Viral di TikTok Tren Injak Garam Sebelum Tidur Bikin Nyenyak, Benarkah Terbukti Secara Medis?
Selasa, 23 Jun 2026, 10:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Media sosial TikTok kembali dihebohkan dengan kehadiran tren kesehatan baru yang diklaim ampuh mengatasi insomnia atau gangguan tidur.
Praktik unik berupa menginjak garam Epsom kering sebelum tidur ini viral setelah banyak pengguna media sosial mengklaimnya sebagai bentuk metode grounding (pembumian) yang bisa menenangkan pikiran, mengurangi stres, hingga membuat tidur lebih nyenyak.
Namun, benarkah kebiasaan menginjak garam ini memiliki efek medis luar biasa bagi tubuh, ataukah hanya sekadar sugesti belaka? Yuk, simak penjelasan ilmiah para ahli berikut ini.
Tren kesehatan ini mulai populer salah satunya berkat unggahan pengguna TikTok bernama Tammy Weatherhead. Dalam videonya, Tammy memperlihatkan rutinitas malamnya menuangkan garam Epsom ke atas loyang datar, lalu menggesekkan telapak kakinya di atas butiran garam tersebut sebelum beranjak tidur.
Ia mengklaim ritual ini tidak hanya mengangkat sel kulit mati di kaki, tetapi juga sanggup menurunkan hormon stres kortisol, menenangkan sistem saraf, serta memicu produksi serotonin yang mengatur suasana hati dan kualitas tidur.
Meski banyak warganet yang mengaku merasakan efek ketenangan dan berkurangnya kecemasan setelah meniru metode ini, para pakar medis justru memberikan peringatan bahwa sebagian besar klaim tersebut belum terbukti secara ilmiah.
Dokter spesialis penyakit dalam, Dr. Yoshua Quinones, menegaskan belum ada riset empiris yang membuktikan berdiri di atas garam Epsom kering bisa memengaruhi kadar serotonin atau kortisol dalam tubuh.
Menurutnya, manfaat nyata dari praktik ini murni berupa eksfoliasi fisik pada kulit kaki. Efek rileks yang muncul kemungkinan besar berasal dari sensasi tekstur garam pada kaki (sensory experience) serta sugesti dari ritual relaksasi itu sendiri, bukan karena adanya reaksi kimia khusus dari garam.
Dr. Quinones juga mengingatkan agar penderita diabetes, neuropati, atau orang dengan luka terbuka pada kaki menghindari tren ini karena berisiko memicu iritasi parah.
Senada dengan hal itu, pakar kesehatan tidur Dr. Saema Tahir mengungkapkan bahwa tidak ada bukti klinis yang menunjukkan berdiri di atas garam kering dapat menenangkan sistem tubuh.
Sebaliknya, paparan garam berlebih secara fisik dalam beberapa studi justru berpotensi mengaktifkan sistem saraf simpatik yang memicu kenaikan detak jantung dan tekanan darah.
Sementara itu dari sudut pandang psikologis, psikiater Dr. Bonnie Mitchell meluruskan bahwa klaim perubahan zat kimia otak lewat kaki sangatlah berlebihan.
Mengingat serotonin diproduksi di otak dan pencernaan, serta kortisol di kelenjar adrenal, tidak ada jalur biologis yang menghubungkan tekanan kristal garam di telapak kaki dengan kedua hormon tersebut.Â
Manfaat ketenangan yang dirasakan masyarakat sebenarnya berasal dari aktivitas mindfulness, yaitu momen ketika seseorang memperlambat ritme aktivitasnya di malam hari dan fokus merasakan sensasi pada tubuh mereka.
Dapat disimpulkan bahwa tren menginjak garam sebelum tidur tidak memiliki khasiat medis langsung untuk mengubah hormon tidur di dalam tubuh. Efek tidur nyenyak yang dirasakan para pengguna TikTok lebih condong pada manfaat psikologis dari sebuah ritual penenang sebelum tidur (bedtime routine).
Jika kamu ingin mencobanya untuk sekadar eksfoliasi kaki atau relaksasi, pastikan kulit kakimu dalam kondisi sehat dan tidak memiliki luka terbuka, ya!
- Tren Injak Garam TikTok
- Garam Epsom Sebelum Tidur
Redaktur: Sarah Ramadhani
Penulis: Sarah Ramadhani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.