Baju Sering Menguning karena Parfum? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Selasa, 23 Jun 2026, 10:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Parfum sering menjadi pelengkap penampilan karena mampu memberikan aroma segar sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Namun, penggunaan parfum yang kurang tepat dapat menimbulkan masalah, salah satunya munculnya noda kuning pada pakaian.

Tidak semua jenis parfum menyebabkan bekas pada kain. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang membuat noda kekuningan lebih mudah muncul, terutama pada pakaian berwarna terang.

Ket. Foto: Ilustrasi Menyemprot Parfum. — Sumber: pexels

1. Kandungan Alkohol dan Minyak Wangi

Sebagian besar parfum dibuat dari campuran alkohol dan minyak esensial. Alkohol berfungsi sebagai pelarut aroma, sedangkan minyak esensial membantu mempertahankan keharuman lebih lama.

Ketika minyak tersebut menempel pada serat kain secara terus-menerus, lama-kelamaan dapat meninggalkan bercak yang terlihat kekuningan.

2. Reaksi dengan Keringat

Parfum yang diaplikasikan pada area tubuh yang mudah berkeringat, seperti leher atau ketiak, berpotensi bereaksi dengan garam dan zat lain dalam keringat.

Perpaduan panas tubuh, keringat, dan kandungan kimia parfum dapat memicu perubahan warna pada pakaian.

3. Adanya Zat Pewarna

Beberapa parfum memiliki warna tertentu karena ditambahkan pewarna untuk mempercantik tampilannya. Jika cairan parfum langsung mengenai kain, pewarna tersebut bisa meninggalkan bekas yang sulit hilang.

4. Pengaruh Jenis Kain

Bahan pakaian tertentu, seperti katun putih atau serat sintetis, cenderung lebih mudah menyerap cairan parfum. Akibatnya, noda akan terlihat lebih jelas dibandingkan pada kain berwarna gelap.

Ciri-Ciri Parfum yang Berisiko Membuat Baju Menguning

Agar lebih waspada saat memilih parfum, ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan.

1. Memiliki Konsentrasi Tinggi

Parfum dengan kadar minyak wangi tinggi, seperti Extrait de Parfum atau Eau de Parfum (EDP), lebih berpotensi meninggalkan noda dibandingkan parfum dengan konsentrasi ringan.

Semakin tinggi kandungan minyaknya, semakin besar kemungkinan cairan menempel pada serat kain.

2. Aroma Terlalu Pekat

Wewangian dengan karakter woody, amber, atau musky biasanya mengandung resin dan minyak alami dalam jumlah lebih banyak.

Kandungan tersebut dapat menempel lebih kuat pada pakaian dan memicu munculnya bercak kekuningan.

3. Warna Cairan Cenderung Gelap

Parfum yang memiliki warna kuning tua, keemasan, atau kecokelatan biasanya mengandung konsentrat atau pewarna tertentu.

Saat mengenai pakaian, cairan berwarna tersebut berisiko meninggalkan bekas yang lebih sulit dibersihkan.

4. Mengandung Resin dan Vanilin

Bahan seperti benzoin, amber, labdanum, maupun vanilin sering digunakan untuk menciptakan aroma hangat dan manis.

Meski memberikan karakter wangi yang khas, bahan-bahan tersebut lebih mudah meninggalkan noda, terutama jika terkena panas tubuh.

5. Berbasis Minyak

Selain parfum berbahan dasar alkohol, terdapat pula parfum oil-based atau berbasis minyak.

Jenis ini terkenal tahan lama di kulit, tetapi apabila mengenai pakaian, noda minyaknya cenderung lebih sulit dihilangkan.

Cara Mencegah Parfum Menimbulkan Noda Kuning

Mencegah tentu lebih mudah dibandingkan menghilangkan noda yang sudah menempel di pakaian. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

1. Semprotkan ke Kulit, Bukan ke Pakaian

Kulit merupakan media terbaik untuk penggunaan parfum karena suhu tubuh membantu aroma berkembang secara maksimal.

Sebaliknya, menyemprotkan parfum langsung ke pakaian dapat meningkatkan risiko munculnya noda.

2. Pilih Parfum Berwarna Bening

Parfum yang cairannya transparan umumnya tidak mengandung banyak pewarna tambahan sehingga lebih aman digunakan.

3. Gunakan Konsentrasi yang Lebih Ringan

Jika sering memakai pakaian berwarna putih, pertimbangkan memilih Eau de Toilette (EDT) atau body mist yang memiliki kandungan minyak lebih sedikit.

4. Tunggu Hingga Kering

Setelah menyemprotkan parfum ke kulit, biarkan beberapa saat hingga cairan benar-benar mengering sebelum mengenakan pakaian.

Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi perpindahan cairan parfum ke kain.

5. Hindari Area yang Mudah Berkeringat

Leher bagian belakang dan ketiak merupakan area yang sering menghasilkan keringat. Sebaiknya fokus menyemprotkan parfum pada titik nadi seperti pergelangan tangan, belakang telinga, atau area dada atas.

Pilih Parfum dengan Bijak

Parfum memang dapat meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan diri dalam beraktivitas. Namun, memahami kandungan dan karakteristik parfum juga penting agar pakaian tetap bersih dan terawat.

Dengan mengenali tanda-tanda parfum yang berpotensi meninggalkan noda kuning serta menerapkan cara penggunaan yang tepat, risiko kerusakan pada pakaian bisa diminimalkan.

  • Parfum
  • Tips Parfum

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.