Ngeri Kasus Penyiksaan Sadis Wanita Bandung, Psikiater Bongkar 7 Ciri Psikopat yang Sering Tak Disadari

Selasa, 23 Jun 2026, 17:00 WIB

JAKARTA, KUCAMPIK.COM - Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan muda di Bandung, Jawa Barat, terus menjadi sorotan publik. Peristiwa yang menyeret nama Taufik Hidayat sebagai terduga pelaku itu memicu kemarahan sekaligus keprihatinan masyarakat setelah kondisi korban terungkap dalam keadaan mengenaskan.

Korban berinisial YTT diduga mengalami kekerasan dalam jangka waktu yang panjang. Saat akhirnya ditemukan, kondisi fisiknya memprihatinkan dengan luka di sejumlah bagian tubuh yang diduga akibat penganiayaan berkepanjangan. Kasus ini pun viral di media sosial dan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kondisi psikologis pelaku kekerasan ekstrem.

Di tengah ramainya perbincangan publik, seorang psikiater mengungkap sejumlah karakteristik yang sering ditemukan pada individu dengan kecenderungan psikopatik. Penjelasan ini bukan untuk mendiagnosis seseorang secara langsung, melainkan sebagai edukasi agar masyarakat lebih waspada terhadap perilaku berbahaya yang bisa muncul dalam hubungan sosial maupun asmara.

Korban Mulai Sulit Dihubungi Sejak 2023

Berdasarkan informasi yang beredar, keluarga mulai merasa ada yang tidak beres ketika YTT semakin sulit dihubungi sejak 2023. Meski komunikasi tidak sepenuhnya terputus, korban hanya sesekali memberikan kabar kepada orang-orang terdekatnya.

Karena masih menerima pesan atau komunikasi dalam waktu tertentu, keluarga mengira YTT berada dalam kondisi baik dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa. Namun seiring berjalannya waktu, situasi yang sebenarnya ternyata jauh lebih mengkhawatirkan dari yang dibayangkan.

Terungkapnya kasus ini membuat banyak orang mempertanyakan bagaimana seseorang bisa bertahan dalam hubungan yang penuh kontrol, tekanan, hingga dugaan kekerasan selama bertahun-tahun.

Psikiater Ungkap Ciri Orang dengan Kecenderungan Psikopatik

Ket. Foto: Taufik Hidayat, pelaku penyiksaan wanita di Bandung. — Sumber: Istimewa

Menurut penjelasan psikiater, individu dengan kecenderungan psikopatik sering kali tidak mudah dikenali. Mereka bahkan dapat terlihat normal, ramah, dan memikat di hadapan orang lain. Namun di balik itu, terdapat sejumlah karakteristik yang patut diwaspadai.

1. Minim Empati

Salah satu ciri utama adalah rendahnya kemampuan merasakan empati terhadap penderitaan orang lain. Mereka cenderung tidak peduli dengan rasa sakit, kesedihan, atau trauma yang dialami korban.

2. Tidak Merasa Bersalah

Meski telah menyakiti orang lain secara fisik maupun emosional, individu dengan kecenderungan psikopatik umumnya tidak menunjukkan penyesalan yang tulus. Mereka sulit merasakan rasa bersalah atas tindakan yang dilakukan.

3. Ahli Memanipulasi

Kemampuan memanipulasi menjadi salah satu karakter yang sering ditemukan. Mereka pandai mengendalikan situasi demi keuntungan pribadi dan mampu memengaruhi orang lain untuk mempercayai versi cerita yang mereka inginkan.

4. Gemar Berbohong

Kebohongan sering digunakan sebagai alat untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Bahkan, sebagian dari mereka mampu berbohong dengan sangat meyakinkan tanpa menunjukkan rasa canggung.

5. Sangat Mengontrol Orang Lain

Psikiater juga menyoroti kecenderungan untuk mengontrol pasangan, keluarga, atau orang-orang di sekitarnya secara berlebihan. Mereka ingin memegang kendali penuh atas kehidupan orang lain.

6. Egois dan Memanfaatkan Orang Lain

Individu dengan kecenderungan psikopatik kerap melihat orang lain hanya sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Hubungan yang dijalin sering kali bersifat sepihak dan menguntungkan dirinya sendiri.

7. Memiliki Pesona Palsu

Yang paling mengejutkan, banyak pelaku dengan karakter seperti ini justru tampak sangat menawan di awal perkenalan. Mereka bisa terlihat perhatian, romantis, ramah, bahkan karismatik sehingga membuat calon korban merasa nyaman dan percaya.

Pentingnya Meningkatkan Kewaspadaan

Kasus yang viral di Bandung ini menjadi pengingat kekerasan tidak selalu dimulai dengan tindakan fisik. Dalam banyak kasus, perilaku manipulatif, kontrol berlebihan, hingga isolasi dari keluarga dan teman sering menjadi tanda awal yang luput disadari.

Para ahli menegaskan ciri-ciri di atas tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis seseorang secara mandiri. Diagnosis gangguan kepribadian hanya dapat dilakukan oleh profesional kesehatan mental melalui pemeriksaan yang komprehensif.

Meski demikian, memahami berbagai tanda peringatan tersebut dapat membantu masyarakat lebih waspada dalam membangun hubungan yang sehat dan terhindar dari perilaku yang berpotensi membahayakan. Kasus YTT pun menjadi pelajaran penting keselamatan dan kesehatan mental harus selalu menjadi prioritas dalam setiap hubungan.

  • psikiater
  • psikopat

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.