Patriarki? Aksi Fans Jepang Bersihkan Stadion Piala Dunia 2026 Tuai Kecaman, Lakukan di Rumah!

Selasa, 23 Jun 2026, 17:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jepang selama ini dikenal sebagai negara yang identik dengan budaya disiplin, kebersihan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap ruang publik. Tak heran jika setiap gelaran olahraga internasional, para suporter Negeri Sakura kerap menjadi sorotan karena aksi mereka yang unik, membersihkan stadion setelah pertandingan berakhir.

Aksi tersebut berulang kali viral dan menuai pujian dari masyarakat dunia. Banyak yang menganggap perilaku para penggemar Jepang sebagai contoh positif yang patut ditiru oleh negara lain. Namun siapa sangka, kebiasaan yang selama ini dipandang sebagai simbol kedisiplinan justru memicu kritik tajam dari sebagian wanita Jepang sendiri.

Dipuji Dunia, Dikritik di Dalam Negeri

Perdebatan bermula dari sebuah unggahan viral di media sosial yang menyoroti apa yang disebut sebagai standar ganda pria Jepang. Unggahan tersebut menampilkan ilustrasi seorang pria yang rajin memungut sampah dan membersihkan stadion setelah pertandingan sepak bola, tetapi di sisi lain terlihat santai di rumah sementara seorang wanita mengerjakan pekerjaan domestik seperti mencuci piring.

Di dalam gambar itu terdapat pesan satir yang berbunyi, "Silakan lakukan di rumah," sebuah sindiran yang terinspirasi dari poster etika transportasi umum di Tokyo.

Unggahan tersebut langsung memicu diskusi panjang di media sosial. Banyak wanita Jepang mengaku setuju dengan kritik tersebut dan menilai masih banyak pria di negara mereka yang kurang berpartisipasi dalam pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

Wanita Jepang Soroti Ketimpangan Pekerjaan Rumah

Ket. Foto: Aksi fans Jepang bersihkan sampah di Piala Dunia tuai kecaman. — Sumber: X

Menurut sejumlah komentar yang bermunculan, sebagian pria Jepang dinilai lebih bersemangat menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan di ruang publik dibanding membantu pekerjaan rumah di lingkungan keluarga sendiri.

Seorang pengguna media sosial bahkan mengutip kalimat terkenal dari penulis Amerika PJ O'Rourke yang berbunyi, "Semua orang ingin menyelamatkan dunia, tetapi tidak ada yang mau membantu ibu mencuci piring."

Komentar lain juga menyebut kemungkinan bahwa di antara para suporter yang membersihkan stadion, ada pria yang meninggalkan istri mereka mengurus anak sendirian di rumah demi menonton pertandingan sepak bola.

Pandangan tersebut kemudian memicu perdebatan yang lebih luas mengenai pembagian tugas domestik dan kesetaraan gender di Jepang.

Data OECD Ungkap Fakta Mengejutkan

Kritik yang muncul ternyata tidak sepenuhnya tanpa dasar. Berdasarkan data dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), pria Jepang tercatat sebagai salah satu yang menghabiskan waktu paling sedikit untuk pekerjaan rumah tangga dan tugas perawatan keluarga dibandingkan negara-negara maju lainnya.

Sementara itu, studi pemerintah Jepang pada tahun 2021 menunjukkan bahwa rata-rata pria hanya menghabiskan sekitar 51 menit per hari untuk pekerjaan rumah tangga atau tugas keluarga yang tidak dibayar.

Sebaliknya, wanita Jepang menghabiskan waktu sekitar tiga jam 24 menit setiap hari untuk mengurus pekerjaan domestik. Perbedaan yang cukup mencolok ini menjadi salah satu alasan mengapa unggahan tersebut mendapat dukungan luas dari kalangan perempuan.

Tidak Semua Setuju dengan Kritik

Meski banyak yang mendukung kritik tersebut, tidak sedikit pula yang membela aksi para suporter Jepang. Mereka berpendapat bahwa kebiasaan membersihkan stadion tetap merupakan perilaku positif yang seharusnya diapresiasi, bukan dijadikan sasaran kecaman.

Sebagian netizen bahkan menilai aksi tersebut telah membantu membangun citra baik Jepang di mata dunia. Ada pula yang berargumen bahwa menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan publik dan membantu pekerjaan rumah tangga bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.

Menurut mereka, kebiasaan menjaga kebersihan stadion tetap layak dipertahankan sambil terus mendorong kesadaran akan pentingnya pembagian tugas rumah tangga yang lebih seimbang.

Jepang Jadi Inspirasi Dunia

Terlepas dari kontroversi yang muncul, aksi suporter Jepang membersihkan stadion ternyata mulai menginspirasi negara lain. Baru-baru ini, sebuah video viral memperlihatkan para pendukung tim Portugal melakukan hal serupa dengan mengumpulkan sampah di tribun menggunakan kantong plastik besar setelah pertandingan selesai.

Banyak netizen menyebut Jepang sebagai pelopor budaya bersih-bersih stadion yang kini mulai ditiru oleh berbagai kelompok suporter di dunia.

Namun di balik pujian internasional tersebut, perdebatan yang muncul di Jepang menunjukkan bahwa isu kesetaraan dalam pekerjaan rumah tangga masih menjadi topik penting yang belum sepenuhnya selesai. Aksi membersihkan stadion mungkin mendapat tepuk tangan dari dunia, tetapi bagi sebagian wanita Jepang, perubahan yang paling mereka harapkan justru dimulai dari dalam rumah.

  • Jepang
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.