Davina Karamoy Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Dugaan Penipuan Hanania Travel

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Aktris muda berbakat Davina Karamoy memenuhi panggilan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Bintang film Ipar Adalah Maut ini diperiksa terkait kasus dugaan penipuan berkedok agen perjalanan umrah, Hanania Travel, cantiks.

Davina mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya didampingi oleh tim kuasa hukumnya. Pemeriksaan ini dilakukan guna menggali keterangan lebih dalam mengenai keterlibatan atau sejauh mana sang artis mengetahui operasional dari agen travel tersebut.

Nama Davina Karamoy ikut terseret dalam pusaran kasus ini lantaran dirinya pernah didapuk sebagai salah satu figur publik atau brand ambassador yang mempromosikan jasa Hanania Travel. Pihak kepolisian menduga testimoni dan promosi dari para figur publik memiliki peran besar dalam menarik minat para korban hingga bersedia menyetorkan uang mereka.

Selama proses pemeriksaan yang berlangsung beberapa jam, Davina dicecar sejumlah pertanyaan oleh tim penyidik seputar kontrak kerja sama, aliran dana yang diterimanya sebagai imbalan promosi, serta mekanisme kerja sama yang dijalin dengan pihak manajemen Hanania Travel.

"Klien kami hadir hari ini sebagai bentuk sikap kooperatif terhadap hukum. Statusnya murni sebagai saksi untuk memberikan klarifikasi mengenai hubungan kerja profesional yang pernah terjalin sebelumnya," ungkap kuasa hukum Davina kepada awak media usai pemeriksaan.

Pihak Davina menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya praktik penipuan atau penggelapan dana jemaah yang dilakukan oleh pihak agensi. Ia mengaku posisinya dalam hal ini juga merupakan korban yang nama baiknya turut dirugikan akibat kasus tersebut, cantiks.

Kasus dugaan penipuan Hanania Travel sendiri mulai mencuat ke permukaan setelah ratusan jemaah melayangkan laporan resmi ke polisi. Para korban mengaku telah melunasi seluruh biaya keberangkatan umrah, namun jadwal keberangkatan mereka terus ditunda tanpa kejelasan, bahkan hingga uang yang telah disetorkan diduga kuat dilarikan oleh pihak pengelola.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN