Viral di X! Kursi Trump Disebut Lebih Rendah dari Xi Jinping, Netizen Soroti “Kode Keras” China di Depan Dunia

Doc: X/@tarabull

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jagat media sosial X tengah ramai membahas momen pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Bukan soal isi pembicaraan atau kesepakatan politik yang menjadi perhatian utama publik, melainkan detail visual yang dianggap penuh makna simbolik: posisi kursi Trump disebut terlihat lebih rendah dibanding kursi yang diduduki Xi Jinping.

Cuplikan foto dan video pertemuan yang diunggah akun X @TaraBull itu langsung viral dan memancing banyak spekulasi. Netizen menyoroti adanya bantalan sofa yang dinilai sengaja dibuat khusus agar posisi duduk Xi tampak lebih tinggi di depan kamera internasional. 

Bahkan beberapa pengguna X menyebut situasi itu sebagai “permainan psikologis” dalam dunia diplomasi modern.

“Bantal sofa itu jelas dibuat secara khusus agar kursi Xi terlihat jauh lebih tinggi daripada kursi Trump, meskipun Trump empat inci lebih tinggi,” tulis salah satu akun yang unggahannya langsung menuai ribuan respons.

Dalam dunia diplomasi internasional, simbol visual memang sering dianggap sama pentingnya dengan pernyataan resmi.

Posisi duduk, tinggi kursi, penempatan bendera, hingga sudut kamera bisa menjadi pesan politik yang sengaja dirancang untuk menunjukkan dominasi, penghormatan, atau bahkan superioritas suatu negara.

Karena itulah, banyak pengamat menilai momen ini bukan sekadar kebetulan teknis. China dianggap sangat memahami pentingnya citra visual dalam membangun pesan kepada dunia.

Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, Beijing semakin percaya diri menunjukkan pengaruh globalnya di tengah persaingan panas dengan Amerika Serikat.

Publik pun langsung mengaitkan momen tersebut dengan upaya China memperlihatkan perubahan peta kekuatan dunia.

Jika dulu Amerika Serikat selalu dipandang sebagai kekuatan dominan tunggal, kini China dinilai ingin menunjukkan bahwa mereka berada di level yang sama, bahkan siap menantang dominasi Washington.

Foto pertemuan itu akhirnya berkembang menjadi bahan diskusi geopolitik di media sosial. Banyak netizen menilai “kode keras” yang dikirim China sangat halus namun efektif. Tanpa perlu pernyataan tajam, visual sederhana sudah cukup memancing interpretasi global.

Meski begitu, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun China terkait viralnya isu posisi kursi tersebut.

Sebagian pihak juga menganggap publik terlalu berlebihan membaca simbol dari detail ruangan pertemuan diplomatik.

Namun satu hal yang pasti, momen ini membuktikan bahwa di era media sosial, detail kecil sekalipun bisa menjadi sorotan dunia.

Diplomasi modern kini tidak hanya berlangsung di meja negosiasi, tetapi juga di kamera, foto, dan potongan video yang viral dalam hitungan menit.

Bagi banyak orang, pertemuan Trump dan Xi kali ini bukan hanya soal politik antarnegara, melainkan juga pertarungan citra antara dua kekuatan besar dunia yang sama-sama ingin menunjukkan pengaruhnya di mata internasional.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN