Kronologi LCC Empat Pilar MPR RI Viral, Juri Disorot usai Peserta Dinilai Dirugikan
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tengah menjadi sorotan publik setelah video kontroversi penilaian juri pada babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial. Kompetisi tahunan yang biasanya dikenal sebagai wadah edukasi wawasan kebangsaan untuk siswa SMA sederajat itu kini justru menuai kritik dari warganet.
Polemik bermula saat salah satu regu peserta dari SMA Negeri 1 Pontianak dianggap dirugikan oleh keputusan dewan juri. Video momen tersebut langsung menyebar luas di TikTok hingga X dan memancing reaksi publik.
LCC Empat Pilar MPR RI sendiri merupakan kompetisi yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi Indonesia. Namun pada final tingkat Provinsi Kalimantan Barat, fokus publik justru tertuju pada proses penilaian yang dianggap tidak konsisten.
Kontroversi terjadi ketika Regu C dari SMA Negeri 1 Pontianak mendapat pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Regu tersebut memberikan jawaban yang dinilai sesuai substansi pertanyaan. Namun, juri justru memberikan pengurangan nilai sebesar minus lima.
Tak lama setelah itu, pertanyaan yang serupa diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas. Menariknya, jawaban yang disampaikan dianggap memiliki substansi yang sama dengan Regu C. Bedanya, Regu B justru dinyatakan benar dan memperoleh nilai penuh sebesar 10 poin.
Situasi itu membuat salah satu peserta dari Regu C menyampaikan keberatan secara langsung kepada dewan juri. Mereka menilai jawaban kedua regu sebenarnya tidak berbeda jauh sehingga keputusan penilaian dianggap tidak adil.
Menanggapi protes tersebut, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, Indri Wahyuni, menjelaskan bahwa pengurangan nilai diberikan karena artikulasi jawaban Regu C dinilai kurang jelas saat diucapkan.
Pernyataan tersebut justru memicu gelombang kritik baru dari warganet. Banyak pengguna media sosial merasa alasan artikulasi tidak cukup kuat karena suara peserta dianggap masih terdengar jelas dalam video yang beredar.
Suasana semakin memanas ketika pembawa acara atau MC lomba meminta peserta menerima keputusan dewan juri. Ucapan MC dinilai sebagian publik terkesan membela juri dan tidak netral terhadap keberatan peserta.
Sejak video itu viral, kolom komentar media sosial dipenuhi kritik tajam dari netizen. Banyak yang menyayangkan adanya dugaan penilaian tidak objektif dalam kompetisi pendidikan tingkat nasional tersebut.
Rekomendasi juga buat kamu:
Akibat polemik yang terus berkembang, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia mengakui adanya kelalaian dari pihak dewan juri dan memastikan akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan maupun mekanisme penilaian ke depannya.
Kontroversi ini pun menjadi perhatian luas karena melibatkan ajang pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi objektivitas dan sportivitas. Banyak publik berharap evaluasi benar-benar dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kompetisi berikutnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Kronologi LCC Empat Pilar MPR RI Viral, Juri Disorot usai Peserta Dinilai Dirugikan .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!