Panas di Meja Juri! Ahmad Dhani Disorot Usai Diduga Bandingkan The Icon Indonesia dengan Indonesian Idol, Netizen: Gak Profesional!

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Musisi senior Ahmad Dhani kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan pernyataan yang dinilai kontroversial dalam ajang pencarian bakat The Icon Indonesia.

Ucapan tersebut memicu reaksi luas, terutama di media sosial, karena dianggap berpotensi merusak citra program yang baru berkembang tersebut.

Insiden ini mencuat setelah potongan video penjurian viral di berbagai platform digital. Dalam video tersebut, Dhani yang duduk sebagai juri bersama Titi DJ, Andien, dan Isyana Sarasvati terlihat memberikan komentar yang memicu ketegangan suasana.

Peristiwa bermula ketika Titi DJ memberikan pujian tinggi kepada seorang kontestan perempuan. Ia menilai kualitas vokal peserta tersebut sangat kuat dan bahkan menyebutnya layak disejajarkan dengan Lyodra Ginting, pemenang Indonesian Idol musim kesepuluh yang dikenal memiliki teknik vokal matang.

Namun, situasi berubah ketika Ahmad Dhani menanggapi pernyataan tersebut dengan komentar yang dianggap membandingkan secara tidak proporsional.

Ia menyebut bahwa bukan hanya peserta, tetapi juga program yang mereka nilai lebih unggul dibandingkan ajang lain yang melahirkan Lyodra.

"Jangankan Lyodra, Titi, acara ini juga lebih bagus daripada Lyodra di acara yang itu,"  ujar Dhani dikutip dari akun X @tanyarlfes.

Pernyataan itu langsung memicu reaksi, baik di dalam studio maupun di kalangan penonton.

Banyak warganet menilai bahwa komentar tersebut tidak etis, terutama karena membandingkan dua ajang pencarian bakat yang memiliki sejarah dan karakter berbeda.

Sejumlah pengguna media sosial bahkan mengaitkan pernyataan Dhani dan Titi dengan masa lalu mereka yang pernah menjadi bagian dari Indonesian Idol.

Komentar-komentar tajam pun bermunculan. Ada yang menyebut pernyataan tersebut sebagai bentuk sikap tidak profesional, sementara lainnya menilai bahwa membandingkan acara baru dengan program yang telah bertahan lama justru merugikan kredibilitas juri itu sendiri. 

"Jurinya yg cukup menarik cm Isyana dan mungkin Afgan. Omongan menjilat gini PD ga sadar apa ya dhani Ama titi pernah bareng di musim 2014 Indonesia idol zaman Nowela sama Husein. Apa ini omongan dr org2 sakit hati yg terdepak sama Maia & Ari Lasso?" komentar akun @kedaigad**.

"Acara pencarian bakat itu harusnya jadi wadah untuk mencari bakat baru agar industri kreatif tetap lestari karna ada penerus2 baru, bukan malah dibentrokin, bawa2 nama talent dan acara sebelah lg, padahal mereka berdua dl jg pernah nyari makan di acara sebelah. Ga malu?," kmentar akun @sered**.

"Gilak banget, acara baru seumur jagung dibandingin sama acara yg uda sukses berbelas belas tahun,, jurinya juga gak profesional," timpal akun @llynaissa**. '

Meski demikian, banyak pihak berharap agar para juri dapat lebih berhati-hati dalam memberikan komentar, terutama di ruang publik yang memiliki dampak luas.

Ajang seperti The Icon Indonesia sejatinya diharapkan menjadi wadah positif untuk melahirkan talenta baru, bukan arena perbandingan yang berpotensi memicu konflik.

Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa peran juri tidak hanya menilai, tetapi juga menjaga ekosistem industri musik tetap sehat dan suportif bagi generasi berikutnya.*

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN