Tragis! Sepatu Kekecilan Bisa Picu Kematian, Fakta Medisnya Bikin Merinding

Ket. Ilustrasi sepatu.

Doc: Istock

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kabar duka yang mengguncang datang dari Samarinda, Kalimantan Timur. Seorang siswa SMK kelas XI, Mandala Rizky Syaputra, meninggal dunia setelah mengalami masalah serius pada kakinya. Jadi, benarkah sepatu kekecilan dapat memicu kematian? 

Kisah ini langsung viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi mengejutkan. 

Mandala, begitu ia akrab disapa, sebelumnya diketahui mengeluhkan kakinya yang bengkak. Dugaan awal pun langsung menyeret satu hal yang terdengar sepele namun mengkhawatirkan, penggunaan sepatu yang kekecilan dalam waktu lama.

Ironisnya, pihak sekolah bersama teman-temannya sebenarnya sudah berinisiatif membantu dengan menyediakan sepatu yang lebih layak. Namun takdir berkata lain. Sebelum bantuan itu sempat diberikan, kabar duka lebih dulu datang pada Jumat dini hari, 24 April 2026.

Melalui pesan WhatsApp, kakak Mandala mengabarkan ke pihak sekolah sang adik telah meninggal dunia. Lebih memilukan lagi, keluarga disebut tidak memiliki dana untuk proses pemulasaraan jenazah.

Meski isu sepatu sempit ramai diperbincangkan, pihak sekolah dengan tegas membantah bahwa itu adalah penyebab utama kematian. Mereka menegaskan belum ada diagnosis medis lengkap yang bisa memastikan hubungan langsung antara kondisi kaki Mandala dan penyebab meninggalnya.

Dalam klarifikasi yang disampaikan, sekolah menyebut tidak ditemukan luka di bagian kaki seperti tumit atau jari. Pembengkakan hanya terjadi di bagian punggung kaki, sehingga penyebab pasti masih menjadi tanda tanya besar.

Lalu, benarkah kaki bengkak bisa berujung kematian?

Dokter spesialis ortopedi konsultan kaki dan pergelangan kaki, dr. Langga Sintong, SpOT(K), menjelaskan secara medis, kemungkinan itu tetap ada, meski sangat jarang terjadi. Ia menekankan banyak faktor lain yang harus ditelusuri sebelum menarik kesimpulan.

Menurutnya, pembengkakan pada kaki tidak boleh dianggap sepele. Dalam kondisi tertentu, tekanan atau sumbatan pada pembuluh darah bisa terjadi. Jika aliran darah terganggu, risiko terbentuknya gumpalan darah (blood clot) meningkat.

Kondisi ini bisa berkembang menjadi deep vein thrombosis (DVT), yang dalam kasus ekstrem dapat memicu emboli yaitu gumpalan darah yang lepas dan menyumbat organ vital seperti paru-paru. Dampaknya bisa sangat fatal, termasuk sesak napas hingga kematian.

Namun, dr. Langga menegaskan skenario tersebut sangat jarang terjadi, apalagi jika hanya dipicu oleh penggunaan sepatu sempit.

Kasus Mandala menjadi pengingat keras bahwa keluhan sekecil apa pun pada tubuh tidak boleh diabaikan. Meski penyebab pastinya belum terungkap, tragedi ini menyisakan pertanyaan besar sekaligus peringatan, jangan pernah meremehkan sinyal bahaya dari tubuh sendiri.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN