Nonton Film Michael, dr Tompi Soroti Alasan Menggelitik Oplas Hidung Sang Bintang

Ket. dt Tompi soroti alasan Michael Jackson lakukan oplas

Doc: Instagram/@dr_tompi

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dokter sekaligus musisi Tompi kembali menarik perhatian publik setelah mengomentari film biopik Michael yang tengah ramai diperbincangkan.

Melalui unggahan media sosialnya, Tompi mengaku sangat menikmati film tersebut, bahkan menyebutnya sebagai tontonan yang membangkitkan emosi dan kenangan pribadi.

“I LOVE this movie!!! Jadi ingat Glenn… Glenn Fredly … I wish you were here, bree,” tulisnya. 

Namun, di balik apresiasinya, Tompi menyoroti satu bagian yang menurutnya cukup menggelitik. Dalam salah satu adegan, Michael Jackson diceritakan memberikan alasan kepada ayahnya bahwa operasi hidung yang ia jalani bertujuan untuk mengatasi masalah sinusitis.

Bagi Tompi, detail ini menarik karena berkaitan erat dengan praktik yang kerap ia temui di dunia medis, khususnya bedah plastik.

Sebagai dokter yang berpengalaman, Tompi menjelaskan bahwa alasan medis seperti sinusitis memang sering digunakan banyak pasien untuk tindakan operasi pada hidung.

Dalam beberapa kasus, prosedur tersebut memang sah dilakukan untuk memperbaiki fungsi pernapasan. Namun, ia juga menyinggung bahwa di masa kini, alasan serupa kerap dijadikan dalih oleh sebagian orang yang sebenarnya ingin melakukan perubahan estetika.

Komentar Tompi ini pun memicu diskusi di kalangan netizen. Banyak yang merasa sudut pandang seorang dokter memberikan perspektif baru dalam melihat kisah hidup Michael Jackson, terutama terkait perubahan fisik yang selama ini menjadi perbincangan global.

Film tersebut seolah membuka kembali narasi lama, namun dengan pendekatan yang lebih humanis.

Di sisi lain, pernyataan Tompi juga menjadi pengingat bahwa tren operasi plastik terus berkembang, termasuk di Indonesia. Kesadaran akan pentingnya transparansi dan edukasi medis menjadi hal yang semakin relevan, terutama di era media sosial di mana informasi dapat dengan mudah disalahartikan.

Melalui komentarnya, Tompi tidak hanya mengulas film, tetapi juga menyelipkan edukasi ringan yang berangkat dari pengalaman profesionalnya. Hal ini membuat tanggapannya terasa lebih berbobot, sekaligus memperkaya cara publik dalam menikmati sebuah karya biografi.

Pada akhirnya, film Michael bukan sekadar hiburan, melainkan juga ruang tentang kehidupan sang legenda, maupun tentang bagaimana masyarakat memandang perubahan fisik, alasan medis, dan identitas diri.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN