Chanel Kuasai Lyst Index 2026: Saint Laurent Turun Takhta, Peta Fashion Dunia Berubah Drastis!
Ket. Jennie Kim, Olivia Dean, Margot Robbie, dan Lily-Rose Depp di peragaan busana Chanel sebagai bagian dari Paris Fashion Week musim gugur 2026.
Doc: Istimewa
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia fashion global kembali dibuat panas setelah platform belanja ternama, Lyst, merilis pembaruan besar dalam sistem penilaian merek terpopuler mereka. Bukan sekadar daftar biasa, perubahan ini langsung mengguncang peta kekuatan industri, dan hasilnya cukup mengejutkan.
Untuk pertama kalinya, Chanel berhasil merajai posisi teratas, menggeser dominasi Saint Laurent yang sebelumnya menuai kontroversi.

Dok. X/@lyst
Peringkat Brand Status Lyst Index 2026
1. CHANEL
2. SAINT LAURENT
3. DIOR
4. MIU MIU
5. GUCCI
Rekomendasi juga buat kamu:
6. RALPH LAUREN
7. PRADA
8. COACH
9. BURBERRY
10. COS
11. THE ROW
12. VERSACE
13. MONCLER
14. CHLOE
15. BOTTEGA VENETA
16. LOEWE
17. STONE ISLAND
18. MASSIMO DUTTI
19. FENDI
20. CELINE
Langkah ini bukan tanpa alasan. Lyst akhirnya merombak total metodologi mereka setelah kritik tajam dari publik digital yang mempertanyakan relevansi peringkat sebelumnya.
Kini, sistem terbaru tak lagi hanya mengandalkan data pencarian, tetapi menggabungkan tiga pilar utama, keinginan, permintaan, dan penemuan. Pendekatan ini diklaim lebih mencerminkan realitas budaya dan perilaku konsumen modern yang dinamis.
Dimensi keinginan menjadi salah satu faktor paling menarik. Lyst kini mengamati bagaimana sebuah merek dibicarakan di berbagai platform populer seperti Instagram, TikTok, hingga forum komunitas seperti Reddit.
Bukan hanya jumlah percakapan, tetapi juga sentimen dan keterlibatan pengguna menjadi penentu penting. Dengan kata lain, viralitas dan daya tarik budaya kini punya pengaruh besar.
Sementara itu, dimensi permintaan tetap menjadi fondasi utama. Data dari jutaan pengguna Lyst digunakan untuk melacak perilaku belanja secara detail, mulai dari pencarian produk, tingkat pembelian, hingga kecepatan barang terjual habis.
Ini memberikan gambaran nyata tentang apa yang benar-benar diinginkan konsumen, bukan sekadar tren semu.
Tak kalah penting, dimensi penemuan mengungkap bagaimana konsumen menemukan merek baru. Dari kata kunci yang sedang naik daun hingga jalur digital yang membawa pembeli ke suatu produk, semuanya dianalisis secara mendalam.
Bahkan, Lyst juga melihat bagaimana merek menjangkau audiens di luar dunia fashion, seperti komunitas musik, film, hingga game.
Dengan sistem baru ini, hasilnya langsung terasa. Chanel melesat ke puncak berkat kombinasi permintaan tinggi dan pengaruh budaya yang luar biasa.
Koleksi terbaru dari Matthieu Blazy disebut memicu gelombang besar di dunia digital, menyebar cepat dari kalangan insider fashion hingga ke publik luas. Produk seperti sepatu hak tinggi dan tas ikonik mereka menjadi buruan utama.
Di sisi lain, pergerakan merek lain juga tak kalah menarik. Dior dan Celine berhasil masuk dalam jajaran atas, sementara Gucci kembali bangkit ke lima besar setelah sempat meredup. Fendi pun menunjukkan tanda kebangkitan dengan kembali masuk daftar.
Yang jelas, perubahan metodologi ini bukan sekadar pembaruan teknis, ini sinyal industri fashion kini semakin dipengaruhi oleh budaya digital dan suara publik.
Popularitas tidak lagi ditentukan nama besar semata, tetapi oleh seberapa kuat sebuah merek hidup dan beresonansi di tengah masyarakat global.
Di era baru ini, tak ada yang benar-benar aman di puncak. Fashion bukan hanya soal gaya tapi soal siapa yang paling relevan hari ini
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Chanel Kuasai Lyst Index 2026: Saint Laurent Turun Takhta, Peta Fashion Dunia Berubah Drastis! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!