PEGGY HARTANTO Pamer Koleksi SANG PENARI, Tenun Batak Disulap Jadi Busana Elegan
Ket. PEGGY HARTANTO menghadirkan koleksi SANG PENARI dengan memadukan keindahan Tenun Batak dan desain modern.
Doc: PEGGY HARTANTO
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kain tradisional Indonesia kembali mendapat sentuhan modern melalui karya desainer PEGGY HARTANTO. Lewat koleksi terbarunya yang bertajuk SANG PENARI, PEGGY HARTANTO mengeksplorasi keindahan Tenun Batak dan mengolahnya menjadi busana yang feminin, elegan, serta tetap relevan dengan gaya masa kini.
Koleksi tersebut diperkenalkan dalam fashion show bertajuk Romansa Muda yang menjadi bagian dari Karya Kreatif Indonesia (KKI) Bank Indonesia. Acara yang digelar pada 22 Agustus 2026 itu menampilkan 16 look yang memadukan kekayaan budaya Batak dengan karakter desain khas PEGGY HARTANTO.
1. Terinspirasi dari Kisah Keluarga

Sumber: Peggy Hartanto
Nama SANG PENARI tidak dipilih tanpa alasan karena koleksi ini memiliki hubungan erat dengan dunia tari. Inspirasi tersebut berasal dari kecintaan terhadap seni tari yang tumbuh dari sosok ibu para co-founders PEGGY HARTANTO yang dikenal sebagai penari tradisional.
Sejak masih kecil, para co-founders telah diperkenalkan dengan berbagai bentuk kesenian dan tradisi Indonesia. Pengalaman tersebut kemudian membentuk apresiasi mereka terhadap warisan budaya Nusantara dan dituangkan melalui karya-karya PEGGY HARTANTO.
2. Gerakan Penari Hadir dalam Siluet Busana

Sumber: Peggy Hartanto
Rekomendasi juga buat kamu:
Gerakan tubuh penari menjadi salah satu elemen utama yang diterjemahkan ke dalam desain SANG PENARI. Karakter gerakan yang anggun terlihat melalui siluet busana yang mengalir, sekaligus dipadukan dengan struktur tegas dan bentuk yang lebih sculptural.
Elemen drapery yang menyerupai selendang menjadi salah satu detail yang mencuri perhatian. Desain tersebut kemudian dipadukan dengan scallop, potongan tailoring bergaya arsitektural, serta signature bow khas PEGGY HARTANTO sehingga menciptakan perpaduan antara seni tari dan desain kontemporer.
3. Tenun Batak Menjadi Pusat Perhatian

Sumber: Peggy Hartanto
Selain inspirasi tari, Tenun Batak menjadi elemen penting dalam koleksi SANG PENARI. PEGGY HARTANTO menggunakan karakter khas kain tenun melalui tekstur, pola geometris, hingga proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik tradisional.
Koleksi ini mengeksplorasi Tenun Batak Toba dan Batak Karo, termasuk Motif Kreasi serta Motif Sadum. Kehadiran kain tersebut membuat setiap busana memiliki karakter yang kuat sekaligus membawa identitas budaya Indonesia ke dalam tampilan yang lebih modern.
4. Dibuat dengan Teknik Tenun Tradisional

Sumber: Peggy Hartanto
Keunikan Tenun Batak dalam koleksi ini tidak hanya terlihat dari motifnya, tetapi juga dari proses pembuatannya. Kain-kain tersebut masih dibuat menggunakan alat tenun tangan tradisional yang dikenal dengan nama gedogan.
Karena dikerjakan secara manual, setiap kain memiliki karakter dan variasi yang tidak selalu sama. Perbedaan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri karena menunjukkan keaslian proses kerajinan sekaligus keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.
5. Motif Tenun Punya Makna Budaya

Sumber: Peggy Hartanto
Motif yang terdapat pada Tenun Batak tidak sekadar menjadi elemen dekoratif dalam busana. Berbagai motifnya terinspirasi dari alam dan kehidupan sehari-hari, sekaligus menggambarkan hubungan antara manusia, lingkungan, tradisi, dan komunitas.
Dalam budaya Batak, kain tenun juga memiliki nilai simbolis yang kuat dan kerap digunakan dalam berbagai perayaan maupun upacara adat. Kehadirannya dapat menjadi bagian dari doa serta harapan mengenai keharmonisan keluarga, kebahagiaan, dan kehidupan yang sejahtera.
6. Hadirkan 16 Look dengan Gaya Feminin

Sumber: Peggy Hartanto
SANG PENARI terdiri dari 16 look yang menggabungkan gaun dengan tailored separates. Tampilan tersebut semakin menarik berkat penggunaan detail appliqué yang dibuat menyerupai bros sebagai aksen dekoratif.
Untuk pilihan warna, PEGGY HARTANTO menggunakan palet yang terinspirasi dari nuansa alam. Sementara itu, sentuhan benang emas pada kain tenun memberikan dimensi tambahan pada teksturnya dan menciptakan kesan mewah saat terkena pantulan cahaya.
7. Tradisi Bertemu Desain Kontemporer

Sumber: Peggy Hartanto
Melalui SANG PENARI, PEGGY HARTANTO menunjukkan bahwa kain tradisional Indonesia dapat tampil lebih modern tanpa harus kehilangan identitas budayanya. Unsur tradisional justru terlihat semakin menarik ketika dipertemukan dengan potongan busana kontemporer dan karakter desain yang menjadi ciri khas sang desainer.
Lebih dari sekadar koleksi busana, SANG PENARI membawa cerita mengenai keluarga, seni tari, serta apresiasi terhadap kriya Indonesia. Perpaduan tersebut menghasilkan pakaian yang elegan dan feminin sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap warisan budaya agar tetap hidup dan mengikuti perkembangan zaman.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk PEGGY HARTANTO Pamer Koleksi SANG PENARI, Tenun Batak Disulap Jadi Busana Elegan .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!