Mentan Amran Puji SGC yang Sudah Banyak Bantu Negara, Produksi Gula Didorong Tembus 3 Juta Ton!

Ket. Mentan Amran beri pujian untuk SGC.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Komitmen Sugar Group Companies (SGC) dalam mendukung pembangunan nasional mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Saat meninjau perkebunan tebu milik SGC di Kecamatan Gedung Meneng, Tulang Bawang, Lampung, Amran menyoroti besarnya kontribusi perusahaan, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.

Dalam kunjungannya pekan lalu, Amran secara terbuka memuji kiprah SGC yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi negara. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan perusahaan.

“Bapak sudah berbuat untuk negara, pegawainya total 40 ribu,” kata Amran saat berada di kawasan perkebunan tebu SGC.

Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya skala operasional SGC sekaligus peran industri gula dalam menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan. 

Namun, bagi pemerintah, kontribusi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja. Produksi gula nasional juga menjadi tantangan besar yang harus dikejar.

Amran berharap kinerja industri gula, termasuk SGC, dapat semakin meningkat sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula dari produksi dalam negeri.

Target Besar Produksi Gula Nasional

Salah satu target yang ingin dicapai pemerintah adalah mengurangi hingga menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor gula putih. Amran menilai peningkatan produktivitas perkebunan tebu menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan target tersebut.

Ia menyinggung kondisi plasma tebu rakyat yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah dalam upaya meningkatkan produksi. Pemerintah pun disebut telah menyiapkan dukungan anggaran untuk melakukan pembongkaran dan peremajaan plasma tersebut.

“Mudah-mudahan kita tidak impor white sugar. Caranya, ada 86 persen plasma tebu rakyat tidak dibongkar, sehingga Bapak Presiden perintahkan kami diberi anggaran untuk membongkar plasma ini,” ujar Amran.

Menurutnya, apabila pembenahan tersebut dapat berjalan sesuai rencana, produksi gula putih nasional berpotensi meningkat secara signifikan. Bahkan, pemerintah optimistis produksi dalam negeri nantinya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga memiliki potensi surplus.

“Kalau itu terjadi, Insya Allah kebutuhan gula putih cukup, bahkan lebih,” katanya.

SGC Didorong Ikut Kejar Produksi 3 Juta Ton

Pemerintah juga memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan gula nasional untuk meningkatkan produktivitas. Amran secara khusus menyatakan dukungannya terhadap SGC dan pelaku industri gula lainnya agar target produksi nasional dapat tercapai.

Salah satu angka yang menjadi sasaran adalah produksi gula sebanyak 3 juta ton. Target tersebut tentu bukan perkara mudah karena membutuhkan peningkatan produktivitas lahan, perbaikan kualitas tanaman, efisiensi budidaya, hingga dukungan terhadap petani tebu rakyat.

“Kita support supaya produksinya tinggi. Mudah-mudahan bisa tercapai 100 ton per hektare,” kata Amran.

Target produktivitas tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri gula nasional. Jika produktivitas lahan mampu ditingkatkan secara konsisten, ketergantungan terhadap pasokan gula dari luar negeri diharapkan dapat ditekan.

Kunjungan Amran ke perkebunan tebu SGC pun menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan gula, dan petani tebu. Pemerintah ingin industri gula nasional bergerak lebih agresif agar kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi dari produksi sendiri.

Dengan dukungan kebijakan dan anggaran pemerintah serta peningkatan produktivitas perusahaan dan petani, target produksi gula nasional sebesar 3 juta ton kini menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus dikejar.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN