Selebgram Della Septiani Resmi Dipolisikan Pihak BYD Denpasar, Pasca Viral Ngaku Tak Dilayani

Doc: Kolase foto Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus yang melibatkan selebgram Della Septiani terus berkembang dan kini memasuki babak baru.

Setelah sempat viral akibat konten yang menuding pelayanan buruk di dealer mobil listrik BYD di Bali, pihak perusahaan akhirnya mengambil langkah hukum.

Konten tersebut dinilai merugikan reputasi dan citra bisnis, sehingga tidak lagi sekadar menjadi polemik di media sosial, tetapi juga berlanjut ke ranah hukum.

Perwakilan hukum dari BYD Denpasar, AM Zagat Kausar, SH, secara resmi menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi kepada Della Septiani.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons atas konten yang dianggap tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berdampak negatif terhadap perusahaan. Somasi tersebut dikirim pada Jumat, 24 April 2026, sebagai peringatan awal sebelum kemungkinan tindakan hukum lanjutan ditempuh.

Dalam pernyataannya, kuasa hukum menegaskan bahwa pihak dealer berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan ulang konten yang masih menjadi sengketa.

"Saya AM Zagat Kausar, SH, yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Denza BYD Denpasar, pad ahari ini saya menyampaikan bahwa hari Jumatm 24 April 2026 kami telah mengirimkan somasi pada konten kreator tersebut, dan kami menghimbau pada masyarakat umum dan netizen untuk menahan diri dan tidak menyebar luaskan konten terkait kasus yang sedang bergulir, semoga langkah hukum yang kami tempuh dapat berjalan lancar," dilansir Kucantik.com dari akun Instagram @denzabipo.denpasar, Sabtu (25/04).

Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terverifikasi justru dapat memperluas dampak negatif, baik bagi pihak perusahaan maupun individu yang terlibat.

Konten Kontroversial

Kontroversi ini bermula dari unggahan Della Septiani yang mengaku tidak mendapatkan pelayanan yang layak saat mengunjungi dealer BYD di Denpasar. Video tersebut langsung menarik perhatian publik dan memicu gelombang simpati.

Namun, situasi berubah setelah pihak dealer merilis klarifikasi disertai bukti rekaman CCTV yang menunjukkan versi kejadian yang berbeda. Sejak saat itu, opini publik mulai terbelah, bahkan sebagian berbalik mempertanyakan keakuratan konten yang dibuat.

Langkah somasi ini menjadi sinyal tegas bahwa perusahaan tidak ingin tinggal diam terhadap narasi yang dinilai merugikan. Dalam dunia bisnis, reputasi merupakan aset penting yang harus dijaga, terutama di era digital ketika informasi dapat menyebar dengan sangat cepat.

Satu konten viral dapat memengaruhi persepsi publik dalam waktu singkat, sehingga klarifikasi dan tindakan hukum dianggap sebagai upaya untuk melindungi kredibilitas.

Di sisi lain, kasus ini juga menjadi refleksi bagi para kreator konten mengenai tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Dengan jumlah pengikut yang besar, setiap unggahan memiliki potensi dampak luas. Ketelitian, kejujuran, dan verifikasi menjadi hal krusial agar konten yang dibuat tidak menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan konflik hukum.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan lanjutan secara terbuka dari pihak Della Septiani terkait somasi tersebut. Publik pun masih menantikan klarifikasi atau tanggapan resmi yang dapat memberikan gambaran lebih utuh mengenai posisi dirinya dalam kasus ini.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN