CBX sebelumnya berupaya mengakhiri kontrak mereka dengan SM Entertainment dengan alasan kurangnya transparansi pembayaran serta ketentuan yang dinilai tidak adil. Namun, pihak SM Entertainment menuding CBX melanggar perjanjian dan diduga dipengaruhi pihak luar.
Meski sempat mereda, konflik kembali memanas ketika CBX menjalani aktivitas solo secara independen. Hal tersebut memicu perselisihan hukum terkait pembagian pendapatan dan kewajiban kontrak.
Proses negosiasi yang kembali dilakukan pada September 2025 tidak menghasilkan kesepakatan dan ditunda ke bulan berikutnya. Negosiasi lanjutan pada Oktober 2025 juga gagal, hingga akhirnya EXO melanjutkan comeback grup tanpa kehadiran CBX.
Pengadilan disebut lebih banyak mendukung SM Entertainment, dan sejak saat itu aktivitas grup EXO berjalan tanpa CBX, yang semakin memperlebar jarak antara anggota dan penggemar.
Di tengah situasi tersebut, komentar dari Suho dalam variety show The Ladder Game kembali menjadi sorotan. Dalam episode terbaru, setelah D.O. kalah tiga kali dalam permainan, Suho sempat berkomentar agar ia menargetkan â12 kekalahan dari 12 percobaan.â
Sekilas, pernyataan itu dianggap sebagai candaan dalam konteks permainan. Namun sebagian penggemar, terutama pendukung CBX, mengaitkannya dengan situasi hukum yang tengah berlangsung antara CBX dan SM Entertainment.
Diketahui bahwa Baekhyun, Chen, dan Xiumin telah mengajukan sejumlah gugatan terhadap SM Entertainment yang hingga kini dilaporkan belum membuahkan hasil dan bahkan tidak semuanya berlanjut ke persidangan karena dianggap kurang bukti. Frasa â12 kekalahan dari 12 percobaanâ kemudian dianggap sebagian pihak sebagai sindiran terhadap kondisi tersebut.
Di media sosial, pernyataan itu memicu perdebatan luas. Sebagian penggemar menilai frasa tersebut merupakan istilah umum dalam dunia olahraga Korea seperti baseball dan esports untuk menggambarkan kekalahan beruntun, sehingga tidak memiliki makna tersembunyi. Namun, sebagian lainnya menilai konteks situasi membuat komentar itu tidak bisa dianggap kebetulan.
Sejumlah komentar penggemar pun bermunculan dan memperlihatkan perpecahan opini. Ada yang menilai ucapan tersebut sebagai sindiran, sementara lainnya menyebutnya sebagai candaan biasa yang dibesar-besarkan.
Situasi ini kembali memunculkan perdebatan mengenai hubungan internal EXO dan posisi CBX di dalam grup. Sebagian penggemar mempertanyakan apakah masih ada netralitas dalam dinamika grup, sementara yang lain menilai peluang reuni penuh EXO semakin kecil.
Dengan meningkatnya emosi di kedua kubu, setiap interaksi kecil antar anggota kini dianalisis secara detail di media sosial, membuat situasi semakin sensitif dan memicu perdebatan berkepanjangan di kalangan penggemar.