FIFA Kantongi Rp268 Triliun dari Piala Dunia 2026, Darimana Sumber Pendapatannya?

Rabu, 22 Jul 2026, 12:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Berakhirnya Piala Dunia 2026 menjadi momen haru bagi penggemar sepak bola dunia. Namun, bagi FIFA, turnamen tersebut menjadi salah satu kesuksesan terbesar, terutama dari sisi finansial.

Piala Dunia 2026 berhasil memberikan keuntungan besar bagi FIFA. Lantas, berapa pendapatan FIFA, dari mana sumber uang tersebut, dan digunakan untuk apa? Berikut rangkumannya.

Ket. Foto: FIFA Kantongi Rp268 Triliun dari Piala Dunia 2026, Darimana Sumber Pendapatannya? — Sumber: Istimewa

1. Berapa pendapatan FIFA dari Piala Dunia 2026?

Dilansir dari The Guardian, FIFA melaporkan memperoleh keuntungan hingga 15 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp268 triliun dari Piala Dunia 2026.

Jumlah tersebut menjadi pendapatan terbesar dalam sejarah Piala Dunia dan melampaui perkiraan awal FIFA sebesar 11 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp196 triliun.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan informasi tersebut pada 18 Juli 2026 kepada asosiasi-asosiasi anggota FIFA. Pendapatan besar ini semakin memperkuat posisi Piala Dunia sebagai salah satu sumber pemasukan utama FIFA.

Kesuksesan finansial tersebut juga disebut memperkuat peluang Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA. Ia bahkan telah mendapat dukungan dari 200 asosiasi sepak bola anggota FIFA.

2. Sumber pendapatan FIFA di Piala Dunia 2026

Salah satu pemasukan terbesar FIFA berasal dari penjualan tiket pertandingan. FIFA memperoleh komisi sekitar 15 persen dari transaksi tiket yang terjual.

Harga tiket Piala Dunia 2026 menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah. Tingginya permintaan, terutama untuk laga final, membuat harga tiket di pasar reseller melonjak.

Harga tiket final disebut bisa mencapai 32 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp572 juta. Bahkan, beberapa tiket dilaporkan dijual hingga 2,3 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp41 miliar.

Selain tiket, FIFA juga mendapatkan pendapatan dari merchandise resmi, sponsor, dan hak siar. Lisensi penayangan Piala Dunia 2026 bahkan mencapai sekitar Rp1,3 triliun, lebih dari dua kali lipat dibanding Piala Dunia 2022 yang sekitar Rp600 miliar.

FIFA juga memperoleh pemasukan dari penjualan makanan dan minuman selama turnamen. Pada laga final, FIFA bahkan menjual bagian rumput lapangan dengan harga sekitar 3 ribu dolar Amerika Serikat atau Rp53 juta. Rumput tersebut diawetkan dalam resin dan dapat dijadikan pajangan oleh penggemar.

3. Uang yang dimiliki FIFA digunakan untuk apa?

Dana yang diperoleh FIFA akan digunakan kembali untuk berbagai kebutuhan organisasi, mulai dari penyelenggaraan turnamen, operasional, hadiah kompetisi, hingga pengembangan sepak bola dunia.

Salah satu program terbesar FIFA adalah FIFA Forward, yaitu program bantuan dana untuk asosiasi sepak bola di berbagai negara. Dana tersebut dapat digunakan untuk pembangunan stadion, pengembangan fasilitas, hingga pelatihan pemain dan tim.

FIFA juga menyusun rencana pengeluaran setiap tahun serta meningkatkan transparansi keuangan untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah praktik yang merugikan organisasi.

Pendapatan besar dari Piala Dunia 2026 menunjukkan besarnya nilai ekonomi turnamen sepak bola terbesar di dunia sekaligus menggambarkan bagaimana FIFA mengelola perannya sebagai organisasi sepak bola internasional.

  • Sumber Pendapatan FIFA
  • Keuntungan FIFA di Piala Dunia 2026

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.