8 Kasus Pelecehan Seksual di Kampus: Dari Guru Besar Farmasi UGM hingga Chat Mesum Mahasiswa FH UI
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus pelecehan seksual di kampus kembali menjadi perhatian publik setelah mencuatnya dugaan keterlibatan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Peristiwa ini viral di media sosial pada 13 April 2026 dan memicu kemarahan netizen karena percakapan bernuansa seksual dan objektifikasi perempuan yang tersebar luas.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan tinggi di Indonesia terus diguncang berbagai laporan kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa, dosen, hingga figur kampus.
Berikut rangkuman 8 kasus yang pernah menghebohkan publik.
1. Dugaan Pelecehan Verbal 16 Mahasiswa FH UI
Kasus terbaru ini berawal dari beredarnya tangkapan layar percakapan sejumlah mahasiswa FH UI angkatan 2023 yang dinilai mengandung unsur pelecehan verbal. Setelah viral, pihak organisasi mahasiswa mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan keterlibatan mereka. Kampus juga disebut tengah melakukan investigasi dan membuka kemungkinan sanksi berat termasuk pemecatan.
2. Kasus Mahasiswi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula)
Seorang mahasiswi melaporkan dugaan pelecehan oleh seniornya yang berujung pada tindakan tidak pantas saat pertemuan di kos korban. Meski sempat dilaporkan ke pihak berwajib, kasus ini kemudian diselesaikan melalui jalur mediasi internal yang memicu perdebatan publik tentang perlindungan korban.
3. Dugaan Kekerasan Seksual Dosen UIN Saifuddin Zuhri
Seorang mantan mahasiswi melaporkan dosen pembimbingnya atas dugaan kekerasan seksual yang terjadi dalam rentang waktu panjang. Meski kampus telah membentuk tim etik, transparansi penanganan kasus ini dipertanyakan karena pelaku masih disebut aktif di lingkungan akademik.
4. Kasus Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM)
Sejumlah mahasiswi melaporkan dugaan pelecehan oleh seorang guru besar dengan modus pendekatan akademik seperti bimbingan skripsi. Setelah dilakukan pemeriksaan, kampus menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap terhadap pelaku.
5. Kasus Aktivis Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Seorang mahasiswa aktivis diduga melakukan kekerasan seksual terhadap beberapa mahasiswi dengan modus pertemuan organisasi. Kasus ini memicu kemarahan luas dan berakhir dengan pemecatan tidak hormat dari pihak kampus.
6. Dugaan Pelecehan Dosen Universitas Riau (UNRI)
Kasus ini viral setelah korban membagikan video pengakuan terkait perlakuan tidak pantas saat bimbingan skripsi. Meski sempat diproses hukum dan berujung persidangan, terdakwa akhirnya dinyatakan tidak bersalah, memicu pro dan kontra di masyarakat.
7. Kasus di Universitas Sriwijaya
Seorang dosen dilaporkan atas dugaan pelecehan saat proses akademik berlangsung, tepatnya ketika mahasiswa mengurus kelulusan. Kasus ini sempat memicu polemik karena adanya dugaan tekanan terhadap korban setelah melapor.
8. Kasus Gilang Bungkus Universitas Airlangga (UNAIR)
Kasus ini menjadi salah satu yang paling viral di Indonesia. Pelaku diduga menggunakan dalih penelitian untuk meminta korban melakukan tindakan tidak wajar demi kepentingan fantasi pribadi. Setelah buron, pelaku akhirnya ditangkap dan dijerat pasal hukum dengan puluhan korban teridentifikasi.
Rentetan kasus ini menunjukkan bahwa lingkungan kampus masih memiliki tantangan besar dalam menciptakan ruang aman bagi mahasiswa. Banyak pihak menilai sistem pelaporan, perlindungan korban, dan penegakan sanksi masih perlu diperkuat agar kasus serupa tidak terus berulang.
Kesadaran bersama dari kampus, mahasiswa, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk memastikan dunia pendidikan benar-benar bebas dari kekerasan seksual.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk 8 Kasus Pelecehan Seksual di Kampus: Dari Guru Besar Farmasi UGM hingga Chat Mesum Mahasiswa FH UI .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!