Murka! Daehoon Ngamuk Soal Safrie jadi Papa Tiri: Anak-anak Dilarang Keras Bertemu

Doc: Kolase foto Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penolakan tegas disampaikan oleh Daehoon terkait kemungkinan pertemuan ketiga anaknya dengan pria bernama Safrie Ramadan.

Dalam sebuah sesi siaran langsung di TikTok yang belakangan ramai diperbincangkan, Daehoon mengungkapkan sikapnya yang tidak akan pernah memberikan izin bagi anak-anaknya untuk bertemu dengan sosok yang ia anggap sebagai perusak rumah tangganya bersama mantan istri, Julia Prastini.

Pernyataan ini muncul setelah seorang netizen menanyakan secara langsung tentang kemungkinan “Trio Na”, sebutan untuk ketiga anak Daehoon, bertemu dengan Safrie.

Alih-alih memberikan jawaban normatif, Daehoon justru merespons dengan emosi yang cukup kuat. Ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak pernah menyetujui interaksi apa pun antara anak-anaknya dengan pria tersebut.

Bagi Daehoon, persoalan ini bukan sekadar tentang pertemuan biasa, melainkan menyangkut prinsip dan perasaan sebagai seorang ayah.

Ia mengaku sangat terganggu dengan kemunculan konten di media sosial yang menyebut Safrie sebagai papa tiri. Narasi tersebut, menurutnya, bukan hanya tidak pantas, tetapi juga menyakitkan secara emosional.

Dalam penuturannya, Daehoon juga menyinggung bahwa hingga saat ini ia tidak pernah menerima permintaan maaf dari Safrie. Hal ini semakin memperkuat alasan dirinya untuk menutup akses pertemuan.

Ia mempertanyakan legitimasi Safrie untuk hadir dalam kehidupan anak-anaknya, terlebih dengan label sebagai figur ayah pengganti.

Lebih jauh, Daehoon menekankan bahwa dirinya tidak pernah melarang anak-anaknya untuk bertemu dengan ibu kandung mereka. Ia tetap menghormati hubungan biologis antara anak dan ibu.

Namun, ia memberikan batasan tegas bahwa kesempatan tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk memperkenalkan sosok lain yang menurutnya memiliki latar belakang yang tidak dapat diterima.

Pandangan ini menunjukkan konflik emosional yang masih kuat pasca perpisahan. Daehoon terlihat berusaha menjaga stabilitas psikologis anak-anaknya dengan caranya sendiri, meskipun pendekatan tersebut menuai pro dan kontra di kalangan publik.

Sebagian netizen memahami posisinya sebagai ayah yang protektif, sementara yang lain mempertanyakan apakah sikap tersebut justru dapat membatasi dinamika keluarga yang baru.

Terlepas dari berbagai respons, pernyataan Daehoon mencerminkan betapa kompleksnya hubungan keluarga setelah perceraian, terutama ketika melibatkan pihak ketiga.

Dalam situasi seperti ini, batas antara perlindungan dan kontrol menjadi sangat tipis. Yang jelas, bagi Daehoon, satu hal tidak bisa ditawar, anak-anaknya tidak membutuhkan sosok “papa tiri” dalam bentuk apa pun, apalagi jika kehadirannya berakar dari luka masa lalu.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN