Viral Lowongan Babysitter Rp8,5 Juta di Bekasi, Dokter ICU sampai Lulusan S2 Ikut Rebutan
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah unggahan lowongan pekerjaan untuk posisi pengasuh anak (babysitter).
Bukan lowongan biasa, tawaran gaji yang fantastis serta persyaratan medis yang ketat membuat kolom komentar dibanjiri oleh pelamar overqualified, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga lulusan S2.
Kelebohan ini bermula dari unggahan akun Thread @rembersim yang mencari seorang babysitter untuk berdomisili di kawasan Bekasi.
Daya tarik utama lowongan ini jelas terletak pada gajinya: Rp8.500.000 per bulan, ditambah janji kenaikan gaji sebesar 10% setelah 6 bulan bekerja. Angka ini tentu jauh berada di atas Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi.
Namun, gaji besar tentu datang dengan tanggung jawab besar. Akun tersebut mematok syarat yang tidak main-main.
Calon pengasuh diwajibkan memiliki sertifikat babysitter resmi, menguasai CPR (Resusitasi Jantung Paru) dan pertolongan pertama pada bayi (first aid baby), serta memiliki sertifikat pelatihan tumbuh kembang anak.
Uniknya, jobdesk yang ditawarkan terbilang cukup "ringan" dan sangat manusiawi. Pengasuh hanya ditugaskan untuk menemani anak belajar dan bermain (di bawah pengawasan orang tua), membantu merapikan kamar orang tua, menyiapkan air mandi, menyuapi, dan mengajarkan pra-calistung (membaca, menulis, berhitung).
Komentar "Sarkas" tapi Nyata dari Para Tenaga Medis
Syarat medis tingkat tinggi yang berpadu dengan gaji fantastis ini memancing reaksi luar biasa dari warganet, khususnya mereka yang berprofesi di bidang medis. Banyak dari mereka merasa gaji babysitter tersebut justru mengalahkan gaji mereka sebagai tenaga kesehatan profesional.
Akun @amirilarifin yang mengaku sebagai Dokter ICU menulis, "Saya mau. Saya dokter ICU. Jangankan CPR, Pediatric ACLS sampai intubasi pun saya bisa."
Rekomendasi juga buat kamu:
Ia menambahkan bahwa untuk urusan tumbuh kembang, ia terbiasa menggunakan WHO Chart dan Denver. "Jadi, di mana saya perlu tanda tangan?" guraunya, sambil mengaku pengalaman sebagai ayah dari dua anak balita hiperaktif membuatnya merasa pantas.
Tak kalah menggelitik, seorang dokter umum dengan akun @bobarvianto ikut menyoroti realita gaji tenaga kesehatan di Indonesia.
"Kok bisa-bisanya gaji babysitter lebih besar dari dokter umum, jangankan CPR sama first aid, ibu mau lahiran juga saya yang lahirin bisa," komentarnya, miris namun memancing tawa.
Bukan hanya dokter, lulusan S2 pun tidak mau ketinggalan. Akun @mutiaoktaningrum memaparkan kualifikasinya yang lengkap: CPR, sertifikat pijat komprehensif pediatri, stimulasi perkembangan, manajemen balita sakit, kemampuan mengajar bahasa Inggris dasar dengan skor TOEFL 580, dan bergelar S2. "Drop CV kemana?" tanyanya antusias.
Potret Realita Gaji Profesional di Indonesia
Unggahan viral ini menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, hal ini menunjukkan apresiasi terhadap profesi domestik seperti babysitter, terutama bagi keluarga kelas menengah ke atas yang sadar akan pentingnya keselamatan dan perkembangan anak. Orangtua rela membayar mahal demi keamanan dan perkembangan optimal buah hati.
Namun di sisi lain, kolom komentar yang dibanjiri para profesional medis menjadi tamparan keras mengenai standar gaji tenaga kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Fakta bahwa seorang dokter spesialis atau lulusan magister rela berseloroh ingin menjadi babysitter membuktikan bahwa kesejahteraan pekerja profesional di negeri ini masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Kira-kira, siapa yang akhirnya berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pekerjaan impian di Bekasi ini? Apakah seorang babysitter profesional, atau malah seorang dokter ICU? Kita tunggu update selanjutnya!
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Viral Lowongan Babysitter Rp8,5 Juta di Bekasi, Dokter ICU sampai Lulusan S2 Ikut Rebutan .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!