Tak Hanya Soal Jual Rumah Xabiru, Rachel Vennya Spill Kelakuan Okin yang Bikin Geram

Jum'at, 03 Apr 2026, 13:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Rachel Vennya kembali menjadi sorotan publik setelah curhatan emosionalnya di media sosial menarik perhatian luas.

Dalam sebuah unggahan di saluran siaran Instagram pribadinya pada Kamis, 2 April 2026, Rachel secara terbuka mengungkapkan kelelahan yang ia rasakan akibat berbagai drama yang terus bergulir.

Ket. Foto: — Sumber: Kolase foto Instagram

“Sebenarnya capek banget drama di media sosial, ya Allah. Benar-benar capek. Tapi kalau nggak diomongin dan diceritain makin keterlaluan,” tulisnya, dikutip Jumat (03/04).

Pernyataan tersebut menggambarkan dilema yang ia hadapi: di satu sisi ingin menjaga privasi, namun di sisi lain merasa perlu meluruskan situasi agar tidak semakin merugikan dirinya.

Berjuang Untuk Kedua Anak

Dalam curhatannya, Rachel juga menyinggung perjuangan yang selama ini ia lakukan demi anak-anaknya. Ia mengaku telah bekerja keras dari pagi hingga malam untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan hingga aktivitas pendukung lainnya.

Namun, alih-alih mendapat apresiasi, ia justru merasa disakiti oleh situasi yang sedang dihadapinya.

“Capek banget, kerja dari pagi sampai malam buat anak-anak, buat sekolahnya, lesnya yang segambreng, jalan-jalan sampai ulang tahun mereka, prestasi mereka yang aku fasilitasin tapi masih aja diginiin,” ungkap Rachel dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, ia mengungkap adanya persoalan terkait aset rumah yang kini menjadi sumber konflik. Rachel menyebut tidak adanya kesepakatan tertulis atau hitam di atas putih, yang membuat situasi semakin rumit.

Ia bahkan menyinggung adanya pihak yang tiba-tiba ingin mengukur dan menjual rumah tersebut, padahal masih ditempati oleh anggota keluarganya.

“Sekarang nggak ada hitam di atas putih, mau dia jual, notabene adik-adik masih tinggal di sana. Tanpa ba bi bu langsung ada orang yang mau ngukur dan mau jual rumahnya,” tulisnya.

“Yaudah ambil tuh rumah. Orang yang gue pikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan bahwa kepercayaan yang diberikan justru berujung pada masalah yang sulit diselesaikan secara hukum. Tanpa bukti tertulis, langkah hukum menjadi terbatas, sehingga memperkeruh keadaan.

Melalui curhatannya, Rachel akhirnya meluapkan emosi secara terbuka. Ia bahkan dengan tegas menyatakan akan tetap berjuang sendiri demi masa depan anak-anaknya, meskipun harus menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

Kisah ini mencerminkan tekanan yang kerap dialami figur publik di era media sosial. Ketika masalah pribadi bersinggungan dengan ruang publik, batas antara privasi dan transparansi menjadi semakin tipis.

Dalam kasus Rachel, keputusan untuk berbicara bukan sekadar pelampiasan emosi, melainkan upaya untuk mengendalikan narasi agar tidak berkembang liar tanpa klarifikasi.

Di tengah derasnya perhatian publik, satu hal yang tampak jelas adalah fokus utama Rachel yang tetap tertuju pada anak-anaknya. Di balik kemarahan dan kekecewaan yang ia ungkapkan, tersirat komitmen kuat untuk terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi mereka.*

  • Okin
  • Rachel Vennya

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.