Diet Makan Sekali Sehari ala Jungkook BTS: Efektif Turunkan Berat Badan atau Berisiko bagi Kesehatan?

Ket. Jungkook BTS.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penasaran dengan efektivitas diet makan sekali sehari ala Jungkook BTS?

Metode yang dikenal sebagai One Meal A Day (OMAD) ini tengah menjadi perbincangan hangat karena diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat sekaligus meningkatkan metabolisme.

Namun, di balik transformasi fisik yang mengesankan, muncul pertanyaan besar: apakah diet ekstrem OMAD aman dijalankan tanpa pengawasan medis?

Simak ulasan mendalam mengenai manfaat, risiko gangguan hormon, hingga perbandingannya dengan metode intermittent fasting yang lebih ramah bagi tubuh Anda di tahun 2026 ini.

Apa Itu Metode OMAD?

OMAD merupakan bentuk ekstrem dari intermittent fasting. Pelakunya mengonsumsi seluruh kebutuhan kalori harian hanya dalam satu jendela waktu (biasanya satu jam), kemudian berpuasa penuh selama 23 jam sisanya.

Secara teori, pola ini bertujuan untuk memaksimalkan metabolisme lemak dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Potensi Manfaat yang Ditawarkan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembatasan waktu makan yang ketat dapat:

Risiko dan Efek Samping yang Mengintai

Para ahli memperingatkan bahwa tubuh manusia membutuhkan asupan energi yang stabil, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi. Beberapa risiko yang mungkin timbul antara lain:

  • Gangguan Pencernaan: Konsumsi kalori besar dalam satu waktu dapat menyebabkan kembung dan gangguan penyerapan nutrisi.

  • Fluktuasi Gula Darah: Lonjakan dan penurunan kadar gula darah secara drastis dapat memicu pusing, sakit kepala, hingga kelelahan ekstrem.

  • Kehilangan Massa Otot: Tanpa distribusi protein yang merata sepanjang hari, tubuh berisiko mengalami penyusutan otot dan perlambatan metabolisme.

  • Gangguan Hormon pada Wanita: Diet ekstrem ini berpotensi mengganggu siklus menstruasi dan keseimbangan sistem biologis lainnya.

Kesimpulan: Tren vs Kebutuhan Tubuh

Penting untuk diingat bahwa gaya hidup dan pengawasan medis yang dimiliki publik figur sangat berbeda dengan masyarakat umum. Mengikuti tren diet tanpa pertimbangan matang justru dapat merusak sistem metabolisme.

Sebagai alternatif yang lebih aman, metode intermittent fasting yang lebih ringan (12–14 jam) atau pola makan seimbang tetap menjadi pilihan yang lebih realistis dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, tren diet yang dijalankan oleh publik figur seperti Jungkook BTS harus disikapi dengan bijak dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Meskipun hasil instan terasa menggiurkan, kesehatan jangka panjang tetaplah investasi yang paling utama. Jika Anda ingin mencoba pola puasa, mulailah dengan metode yang lebih ringan dan pastikan asupan nutrisi harian tetap terpenuhi secara seimbang.

Ingat, tubuh yang sehat bukan hanya tentang angka di timbangan, melainkan tentang energi yang stabil untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN