Mimi Peri Bongkar Alasan Tak Takut Kena HIV di Tengah Pengakuan Suka Sesama Jenis

Ket. Mimi Peri

Doc: X/@LittleScrett_

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Mimi Peri kembali ramai diperbincangkan setelah potongan videonya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat menjawab pertanyaan seputar risiko penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS, dengan gaya santai dan ceplas-ceplos khas dirinya.

Diunggah akun X @LittleScrett_, Selasa (03/03), Mimi Peri terlihat sedang berada di dalam sebuah mobil dan diwawancarai seorang perempuan. Percakapan itu bermula ketika seseorang bertanya, “Tapi lu suka takut gak sih namanya orang suka main belakang kan, apalagi sesama jenis gitu takut kena penyakit menular HIV AIDS?”

Pertanyaan tersebut merujuk pada kekhawatiran umum tentang risiko kesehatan dalam hubungan yang tidak setia atau berisiko. Menjawab hal itu, Mimi Peri tak menampik adanya rasa takut.

“Aku takut tapi aku kan gak pernah ngambil orang kota, jadi kaya anak-anak kampung,” ujarnya dalam video yang kini viral.

Ia pun menyebut jika pria daerah minim terkena penyakit menular. Ia melanjutkan, “Kaya anak-anak kampung mereka kan bersih gak ada HIV kaya gitu. Karena aku pergaulannya tahu, kaya cuman nyetir gitu, aku tahu.”

Menjadi Perbincangan

Pernyataan tersebut sontak menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai ucapannya kurang tepat karena berpotensi menimbulkan stereotip bahwa HIV/AIDS hanya berkaitan dengan kelompok atau wilayah tertentu. Padahal, secara medis, virus HIV tidak mengenal batas geografis, status sosial, maupun latar belakang seseorang.

Hal tersebut sontak memantik respon panas. Tak sedikit netizen yang menyebut jika Mimi Peri sudah kelewat batas.

HIV/AIDS sendiri dapat menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang tidak aman, serta dari ibu ke anak tanpa penanganan medis yang tepat. Karena itu, pencegahan tetap menjadi kunci, termasuk dengan penggunaan alat pelindung dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Viralnya video ini kembali membuka diskusi tentang pentingnya literasi kesehatan seksual di masyarakat. Edukasi yang benar sangat diperlukan agar tidak muncul kesalahpahaman atau stigma terhadap kelompok tertentu. Penyakit menular tidak dapat diidentifikasi hanya dari latar belakang “orang kota” atau “anak kampung,” melainkan dari perilaku berisiko yang dilakukan.

Sebagai figur publik yang memiliki banyak pengikut di media sosial, setiap pernyataan Mimi Peri tentu mendapat sorotan luas. Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembahasan soal HIV/AIDS sebaiknya disertai informasi yang akurat agar tidak memperkuat stigma, melainkan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN