Dituding Connel Twins Kerap Lakukan Sex Bebas, Jennifer Coppen Buka Suara

Doc: Kolase foto Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Artis Jennifer Coppen akhirnya buka suara soal tudingan memiliki masa lalu yang kelam, salah satunya sex bebas. Tudingan tersebut disulut oleh kembar The Connel Twins.

Tak ingin spekulasi terus berkembang, Jennifer akhirnya buka suara melalui unggahan di akun TikTok pribadinya. Dalam video berdurasi beberapa menit itu, perempuan yang kini berstatus ibu satu anak tersebut berbicara santai namun tegas mengenai masa lalunya yang kerap disalahartikan publik.

Akui Masa Muda yang Bebas

Ia mengakui bahwa pada periode tertentu dalam hidupnya, ia memang menjalani gaya hidup yang cukup bebas menurut ukuran sebagian orang. Jennifer tidak menutup-nutupi bahwa ia pernah sering datang ke pesta, menghabiskan waktu di kelab malam, mengenakan busana terbuka, hingga sesekali minum minuman beralkohol bersama teman-temannya.

Baginya, hal tersebut adalah bagian dari fase pencarian jati diri. Ia menilai banyak orang hanya melihat potongan cerita tanpa memahami konteks lingkungan sosial yang membentuknya saat itu. Selain itu, Jennifer juga mengakui lingkar pertemanannya didominasi laki-laki. Ia mengatakan dirinya selalu mudah berteman dengan siapa saja tanpa memandang gender.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kedekatannya dengan banyak pria tidak pernah berarti hubungan yang melampaui batas. Jennifer membantah keras anggapan bahwa pergaulan bebas otomatis identik dengan perilaku seksual bebas.

“Aku punya banyak teman cowok dan di Bali atau setidaknya di circle aku, cewek dan cowok berteman adalah hal yang sangat normal,” ujarnya, dikutip Rabu (18/02).

Menurutnya, di lingkungan tempat ia tinggal saat itu, pertemanan antara perempuan dan laki-laki merupakan hal biasa. Mereka berkumpul, berbincang, dan bersenang-senang tanpa prasangka tertentu. Ia merasa tudingan yang diarahkan kepadanya muncul dari sudut pandang yang terlalu sempit.

Jennifer menilai publik sering menghubungkan gaya berpakaian, kebiasaan keluar malam, serta jumlah teman lawan jenis dengan moral seseorang. Padahal, kata dia, realitas tidak sesederhana itu. Ia mengaku tidak habis pikir bagaimana kesimpulan serius bisa diambil hanya dari tampilan luar dan potongan video lama yang beredar.

Ia juga menyampaikan bahwa lingkar sosialnya kala itu memiliki pola pikir terbuka. Mereka menghargai batasan pribadi masing-masing dan tidak memaksakan hubungan romantis hanya karena sering bertemu. Karena itu, ia menyebut tuduhan yang berkembang sebagai fitnah yang menyakitkan.

Akui Telah Berubah

Dalam klarifikasinya, Jennifer turut menyinggung perubahan dirinya sekarang. Ia mengatakan pengalaman masa lalu justru membuatnya belajar banyak tentang batasan, tanggung jawab, dan reputasi. Setelah menjadi ibu, prioritasnya berubah drastis dan ia lebih selektif memilih lingkungan pergaulan.

We were all open minded, bukan berarti aku temenan sama cowok auto digilir. Jadi aku nggak paham sama fitnahan atau tuduhan yang dilontarkan cuma karena punya teman cowok,” tegasnya.

Melalui pernyataan tersebut, Jennifer berharap publik bisa melihat seseorang secara utuh, bukan dari stereotip. Ia tidak menolak masa lalunya, tetapi menolak jika masa itu dipelintir menjadi cerita yang tidak pernah terjadi.

Di akhir video, ia mengajak pengikutnya untuk lebih bijak menilai orang lain. Baginya, setiap orang punya fase berbeda dalam hidup, dan tidak semuanya pantas dijadikan bahan penghakiman.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN