Calon Kepala The Fed Kevin Warsh Diyakini Trump Bakal Dapat Dukungan Partai Demokrat

Doc: istimewa

WASHINGTON- Kevin Warsh, calon memimpin Federal Reserve, pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sangat diyakini Trump akan memperoleh suara dan dukungan dari beberapa anggota Partai Demokrat di Senat.

Trump menyebut Warsh sebagai figur yang berkualitas tinggi, seharusnya tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pengesahan.

“Saya pikir dia mungkin akan mendapatkan suara dari Partai Demokrat. Dia sangat bagus sehingga kemungkinan besar dia akan mendapatkan suara dari Partai Demokrat. Dia seharusnya mendapatkannya,” kata Trump, kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada Sabtu (31/1).

Trump memilih Warsh, seorang mantan orang dalam Fed, pada 30 Januari ditunjuk untuk memimpin bank sentral ketika masa jabatan ketua Jerome Powell berakhir pada bulan Mei.

Masa jabatan Powell sebagai salah satu dari tujuh gubernur Fed berlanjut hingga tahun 2028. Warsh menghadapi proses konfirmasi yang berpotensi menimbulkan kontroversi.

Senator Partai Republik Thom Tillis pada 30 Januari mengatakan bahwa ia akan memblokir pengesahan tersebut sampai penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Powell “diselesaikan sepenuhnya dan secara transparan”.

Pada tanggal 30 Januari, Trump menyebut Tillis, yang telah menentang Presiden dalam beberapa isu, sebagai “penghalang” dan mengatakan bahwa pemerintahannya siap menunggu pengesahan Warsh hingga setelah Tillis meninggalkan Senat.

Tillis duduk di Komite Perbankan Senat, yang bertanggung jawab atas pengesahan para pejabat Fed.

Komite tersebut memiliki mayoritas tipis dari Partai Republik dengan perbandingan 13-11, sehingga kehilangan satu suara saja dapat menghambat proses pengajuan nominasi ke Senat penuh, di mana Partai Republik hanya memiliki mayoritas tiga suara.

Pada 31 Januari, Trump mengisyaratkan bahwa Warsh bisa mendapatkan pengesahan bahkan tanpa dukungan Tillis, tetapi tidak memberikan rincian tentang Demokrat mana yang mungkin mendukung kandidatnya.

Departemen Kehakiman sendiri memulai penyelidikannya terhadap Powell. Pada bulan Januari, fokusnya adalah pada pembengkakan biaya dalam proyek renovasi gedung di kantor pusat Federal Reserve di Washington.

Tekan Bank Sentral

Powell pun membantah melakukan kesalahan apa pun dan menggambarkan penyelidikan tersebut sebagai “dalih” untuk menekan bank sentral terkait kebijakan moneter.

Trump menuntut agar The Fed melakukan pemotongan suku bunga besar-besaran untuk membantu merangsang perekonomian, dan menyebut Powell “terlambat” karena ragu-ragu untuk mematuhinya.

Ketika ditanya apa yang diharapkan Trump dari Warsh terkait suku bunga, Trump menjawab, “Dia akan menurunkannya. Maksud saya, jika Anda menontonnya di televisi, karena saya menonton wawancara dan pernyataannya. Saya harap dia akan menurunkannya, tetapi dia harus melakukan apa yang dia inginkan.”

Ketika ditanya apakah Warsh telah membuat komitmen untuk melakukan hal itu, Trump menjawab, “Tidak, karena saya tidak ingin melakukan itu. Saya kira saya bisa melakukannya jika saya mau, tetapi saya tidak melakukannya,” kilah Trump. ST/SB/E-9

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN