Seungri Dikabarkan Ingin Dirikan Burning Sun 2 di Kamboja, Investigasi Eksklusif Ungkap Fakta

Ket. Seungri Eks BigBang

Doc: Tangkapan Layar

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Mantan anggota Bigbang, Seungri, menghadapi tuduhan baru terkait rencana mendirikan Burning Sun 2 di Kamboja. Isu ini kembali mencuat dan menarik perhatian publik di tengah reputasi kontroversialnya yang belum sepenuhnya pulih.

Pada 20 Januari 2026, sebuah video berjudul Hwang Ha Na, Seungri, Park Yoochun Reporter Oh Hyuk Jin Mengungkap File Investigasi Eksklusifnya dirilis di saluran YouTube ZlitZlit, yang dioperasikan oleh jurnalis Oh Hyuk Jin. Video ini langsung menjadi sorotan karena membahas aktivitas terbaru Seungri yang diduga kontroversial.

Dalam video tersebut, Oh Hyuk Jin menyatakan, “Kami menerima laporan ia bergaul dengan pencuci uang, anggota organisasi penipuan suara, dan individu yang terhubung dengan kasino.” Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran terkait aktivitas bisnis yang dijalankan mantan idol K-Pop tersebut.

Oh Hyuk Jin menambahkan, “Ada juga informasi yang mengklaim ia berpesta dengan tokoh-tokoh senior dari kelompok kriminal di Kamboja.” Pernyataan ini semakin menguatkan spekulasi publik bahwa Seungri masih terlibat dengan jaringan yang kontroversial dan berisiko tinggi.

Reporter tersebut lebih lanjut berspekulasi bahwa diskusi terkait bisnis kemungkinan terjadi selama pertemuan-pertemuan ini. Kegiatan tersebut diduga menjadi bagian dari upaya Seungri untuk membangun proyek baru serupa Burning Sun.

“Tampaknya dia berusaha mengejar proyek serupa dengan Burning Sun kedua di Kamboja. Namun, ketua perusahaan yang diandalkannya telah ditangkap dan dilaporkan sedang bersiap untuk diekstradisi ke Tiongkok. Jujur saja, saya tidak tahu apakah masih ada orang yang mampu memberikan dukungan finansial kepada Seungri,” jelas Oh Hyuk Jin.

Oh Hyuk Jin juga menekankan meskipun Seungri masih memiliki basis penggemar yang relatif kuat di Jepang, reputasinya di Korea Selatan sudah benar-benar runtuh. Pernyataan ini menegaskan bahwa karier hiburan dan bisnisnya di tanah air telah banyak terpengaruh akibat kasus-kasus sebelumnya.

“Di Asia Tenggara, dia masih dikenal sebagai mantan anggota Bigbang, dan tampaknya dia mungkin sudah mencoba memanfaatkan citra itu untuk mengejar usaha bisnis ilegal. Dari yang saya pahami, dia saat ini bepergian bolak-balik terutama antara Thailand,” lanjut Oh Hyuk Jin.

Sementara itu, pemerintah Korea Selatan mengumumkan pada November tahun lalu, mereka membentuk gugus tugas khusus bekerja sama dengan polisi Kamboja untuk memberantas jaringan penipuan lokal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga negara Korea Selatan terlindungi dan mencegah ekspansi bisnis ilegal lintas negara.

Hingga saat ini, pihak berwenang telah menyelamatkan tiga warga negara Korea Selatan dan menangkap 157 individu yang terlibat dalam kegiatan terkait penipuan. Kasus ini menunjukkan upaya serius pemerintah untuk menindak segala bentuk kejahatan yang melibatkan jaringan internasional dan figur publik yang kontroversial.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN