Sejumlah Pemimpin Negara Kompak Hadapi “Gertakan” Trump Ambil Alih Greenland
DAVOS- Di tengah langkahnya untuk mengambil alih Greenland yang berpotensi meretakkan aliansi transatlantik, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tiba di Davos, Rabu (21/1), untuk menghadapi konfrontasi dengan para pemimpin Eropa.
Namun, para pemimpin yang berkumpul di resor ski Swiss itu justru menunjukkan sikap bersatu menghadapi sikap agresif Trump. Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan melawan “para penggertak”, sementara Mark Carney dari Kanada memperingatkan adanya “perpecahan, bukan transisi” menuju tatanan global yang dipimpin Amerika Serikat.
Sikap kompak tersebut memicu respons keras dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang meminta para pemimpin Eropa untuk “menarik napas dalam-dalam”.
“Jangan menunjukkan kemarahan refleksif seperti yang kita lihat, dan kepahitan ini,” ujar Bessent kepada wartawan di Davos, beberapa jam sebelum kedatangan Trump.
“Mengapa mereka tidak duduk, menunggu Presiden Trump tiba, dan mendengarkan argumennya,” katanya.
Pada kesempatan itu, Trump meningkatkan tuntutannya untuk menguasai Greenland dalam pidato luar biasa di Davos. Tetapi ada hal yang melegakan, ia menegaskan AS tidak akan menggunakan kekerasan untuk merebut apa yang disebutnya sebagai "sepotong es yang besar dan indah".
Dari The Guardian, berpidato di hadapan ribuan pemimpin bisnis dan politik di Forum Ekonomi Dunia di resor ski Swiss , presiden AS mengatakan bahwa ia "mencari negosiasi segera untuk sekali lagi membahas akuisisi Greenland oleh AS.
“Saya tidak ingin menggunakan kekerasan. Saya tidak akan menggunakan kekerasan. Yang diminta AS hanyalah sebuah tempat bernama Greenland,” katanya. “Anda bisa mengatakan ya, dan kami akan sangat menghargai. Atau Anda bisa mengatakan tidak dan kami akan mengingatnya.”
Dengan merujuk pada rekam jejak AS dalam Perang Dunia Kedua sebagai pembenaran atas tuntutannya, Trump mengatakan kepada khalayak global: “Tanpa kami, sekarang kalian semua akan berbicara bahasa Jerman, atau mungkin sedikit bahasa Jepang."
Dia mengatakan Denmark telah dikuasai oleh Jerman,
Rekomendasi juga buat kamu:
“Hanya setelah enam jam pertempuran", yang mendorong AS untuk campur tangan, "dengan biaya dan pengeluaran yang sangat besar". Dia bersikeras bahwa hanya AS yang sekarang layak untuk mempertahankan Greenland.
“Anda membutuhkan kepemilikan untuk mempertahankannya. Anda tidak bisa mempertahankannya berdasarkan perjanjian sewa. Siapa yang mau mempertahankan perjanjian lisensi, atau perjanjian sewa?
Tidak Timbulkan Ancaman
Dia menambahkan, menyerahkan Greenland kepada AS tidak akan menimbulkan ancaman bagi NATO , katanya, seraya memuji "sekretaris jenderal NATO yang luar biasa", dan menyapa Mark Rutte yang hadir di antara hadirin.
Namun Trump berulang kali kembali pada argumennya bahwa AS telah diperlakukan tidak adil oleh NATO, karena mendanai perlindungan negara-negara Eropa lainnya. “Kita memberi begitu banyak, dan kita mendapatkan begitu sedikit sebagai imbalan.”
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa (20/1) mengatakan bahwa Uni Eropa (UE) "tidak perlu ragu" untuk menerapkan mekanisme antikoersi dalam menanggapi ancaman tarif Amerika Serikat (AS) terkait Greenland.
Macron menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss. Menurut dia, Eropa harus lebih realistis dalam mempertahankan kepentingan-kepentingannya seiring meningkatnya persaingan global dan melemahnya tata kelola berbasis aturan.SB/E-9
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Sejumlah Pemimpin Negara Kompak Hadapi “Gertakan” Trump Ambil Alih Greenland .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!