Tanggapi child grooming Aurelie Moeremans, Kak Seto Tuai Kritikan Pedas Warganet
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, menuai gelombang kritik dari warganet usai memberikan tanggapan terkait isu child grooming yang dialami aktris Aurelie Moeremans di masa lalu.
Pernyataan Kak Seto tersebut ramai diperbincangkan publik, terutama setelah kisah Aurelie kembali mencuat melalui buku memoar Broken Strings yang mengangkat trauma masa kecilnya.
Akui Telah Berupaya Maksimal
Dalam pernyataannya, Kak Seto menegaskan bahwa dirinya telah berupaya maksimal saat menangani kasus tersebut pada masanya. Ia juga meminta masyarakat untuk menyikapi kembali pemberitaan yang beredar dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta yang ada.
“Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang ternih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru,” tulis Kak Seto melalui keterangan tertulis yang kemudian tersebar luas di media sosial.
Namun, pernyataan tersebut justru memantik reaksi keras dari warganet. Banyak pihak menilai respons Kak Seto terkesan defensif dan tidak sepenuhnya berpihak pada korban.
Beberapa komentar mempertanyakan peran lembaga perlindungan anak dalam memastikan keselamatan dan pemulihan korban, khususnya dalam kasus yang terjadi bertahun-tahun silam.
Menanggapi hal itu, Kak Seto kembali menekankan bahwa pada saat kejadian, pihaknya telah bekerja sesuai dengan kapasitas, kewenangan, dan tanggung jawab yang dimiliki kala itu. Ia juga mengakui bahwa setiap peristiwa meninggalkan luka dan proses pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat.
“Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu. Kami memahami bahwa setiap peristiwa menyisakan luka, proses, dan pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat,” lanjutnya.
Anjuran Untuk Tidak Saling Menuduh
Rekomendasi juga buat kamu:
Kak Seto juga menyampaikan harapannya agar kisah Broken Strings tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, atau menyerang secara personal. Ia mengingatkan bahwa pengangkatan kembali kasus lama, termasuk yang terjadi pada tahun 2010, seharusnya tidak mengubah makna fakta yang sebenarnya.
“Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya,” tegasnya.
Meski demikian, perdebatan publik terus bergulir. Isu child grooming kembali menjadi sorotan, sekaligus membuka diskusi luas tentang perlindungan anak, keberpihakan terhadap korban, serta evaluasi terhadap sistem penanganan kasus kekerasan anak di masa lalu.
Banyak netizen menanggapi dingin. Mereka menyayangkan anak di bawah umur tidak mendapat solusi yang tepat hingga akhirnya mengalami trauma mendalam.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Tanggapi child grooming Aurelie Moeremans, Kak Seto Tuai Kritikan Pedas Warganet .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!