Ohim Blak-blakan Tak Sanggup Jika Salshabilla Adriani Tak Bekerja: 'Gak Make Sense Aja'

Doc: Instagram/@ibrhmrsyd

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pengakuan komedian dan kreator konten Ohim soal pandangannya terhadap peran istri dalam rumah tangga mendadak menjadi perbincangan hangat publik. Dalam sebuah obrolan di kanal YouTube Debi & Marco, Ohim secara terbuka menyebut dirinya tidak sanggup jika sang istri, Salshabila Adriani, memilih untuk tidak bekerja dan hanya ingin berperan sebagai ibu rumah tangga.

Pernyataan tersebut menuai beragam respons karena dinilai cukup blak-blakan dan jujur menggambarkan dinamika rumah tangga modern. Ohim mengaku tidak keberatan memenuhi keinginan istrinya sebagai suami, namun ia merasa ada batasan logis yang perlu dipahami bersama. Menurutnya, hubungan suami-istri seharusnya berjalan secara seimbang dan “apple to apple”.

“Kayaknya gue gak bisa deh, gak kuat. Walaupun kita sebagai suami akan melakukan apa yang istri mau, cuma menurut gue gak make sense aja, gak apple to apple. Dia ngurus rumah kan bisa diurus sama mbak,” ujar Ohim dalam pernyataannya yang kini ramai dikutip.

Pernyataan tersebut menyoroti pandangan Ohim bahwa pekerjaan domestik semata bukan alasan untuk sepenuhnya bergantung secara finansial pada pasangan, terlebih jika ada opsi bantuan rumah tangga. Ia menegaskan bahwa kemandirian finansial, menurutnya, penting dimiliki oleh kedua belah pihak dalam pernikahan, terutama ketika menyangkut keinginan pribadi di luar kebutuhan pokok.

Harus Berusaha Jika Ingin Sesuatu

Lebih lanjut, Ohim menyampaikan bahwa jika Salshabila menginginkan sesuatu, maka ia seharusnya berusaha mendapatkannya dengan caranya sendiri. Ia merasa kurang sepakat jika peran suami hanya diposisikan sebagai pihak yang terus-menerus diminta bekerja dan memberikan uang bulanan tanpa adanya usaha timbal balik.

“Jadi kalau menurut gue, kalau misalkan dia mau sesuatu, dia harus usahain untuk dapetin itu. Bukan dengan cara nyuruh-nyuruh gue doang, ‘kerja, kerja, kasih gue duit tiap bulan’,” lanjutnya.

Pandangan ini memantik diskusi luas di kalangan warganet. Sebagian mendukung sikap Ohim yang dinilai realistis dan mencerminkan pola pikir pasangan modern yang mengedepankan kerja sama serta kemandirian. Namun tak sedikit pula yang mengkritik, dengan alasan bahwa peran ibu rumah tangga tidak bisa diremehkan dan memiliki nilai besar meski tidak menghasilkan uang secara langsung.

Isu ini pun kembali membuka perdebatan klasik soal pembagian peran dalam pernikahan: antara tuntutan ekonomi, kesetaraan peran, dan pilihan hidup masing-masing pasangan. Di tengah perubahan sosial dan ekonomi, pandangan seperti yang disampaikan Ohim kerap muncul dan menjadi cerminan bagaimana generasi saat ini mendefinisikan arti kerja, tanggung jawab, serta kompromi dalam rumah tangga.

Terlepas dari pro dan kontra, pengakuan Ohim menunjukkan bahwa komunikasi terbuka soal ekspektasi finansial dan peran pasangan menjadi hal krusial dalam menjaga keharmonisan pernikahan, terutama di era modern yang menuntut fleksibilitas dan kesepahaman dari kedua belah pihak.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN