Berakhir Tidaknya Perang Rusia-Ukraina Ada di Tangan Trump

Doc: istimewa

PALM BEACH, FLORIDA – Tidak akan ada kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina tanpa persetujuan Washington, tegas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Sabtu (27/12), menjelang rencana pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Florida.

“Dia (Zelensky) tidak memiliki apa pun sampai saya menyetujuinya,” ujar Trump.

Meski demikian, Trump mengatakan ia menantikan pertemuan tersebut dan berharap pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/12), itu dapat berjalan produktif. “Kita akan lihat apa yang dia miliki. Saya pikir pembicaraan dengannya akan berjalan dengan baik,” tambahnya.

Trump juga menyampaikan optimismenya terhadap jalur diplomasi paralel dengan Moskow. Ia mengatakan yakin diskusi dengan Presiden Russia Vladimir Putin juga akan “berjalan dengan baik” dan berharap dapat berbicara dengan pemimpin Russia tersebut dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Zelensky mengonfirmasi akan bertemu Trump untuk membahas rancangan peta jalan guna mengakhiri perang, termasuk usulan jaminan keamanan serta pengaturan ekonomi. Kepada Axios, Zelensky mengatakan tujuan utama pertemuan itu adalah merampungkan kerangka kerja dan jadwal penyelesaian konflik yang sedang berlangsung.

Menurut Zelensky, proses diplomasi kini telah memasuki “tingkat selanjutnya”, sehingga keputusan-keputusan kunci membutuhkan keterlibatan langsung para presiden guna mempercepat tercapainya hasil. Sementara itu, Kremlin menyatakan Moskow dan Washington telah sepakat untuk mempertahankan dialog terkait kemungkinan penyelesaian konflik.

Proposal Baru

Zelensky dijadwalkan bertemu Trump pada Minggu untuk mengupayakan persetujuan Washington terhadap proposal baru guna mengakhiri konflik dengan Russia yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Proposal 20 poin tersebut merupakan hasil negosiasi intensif AS–Ukraina selama beberapa pekan. Namun, rencana itu belum mendapat persetujuan Moskow. Pertemuan tatap muka di Florida berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi, menyusul serangan rudal dan drone besar-besaran Russia terhadap Kyiv.

Gedung Putih menyebutkan, pertemuan akan digelar di kediaman Trump, Mar-a-Lago, pada pukul 13.00 waktu setempat (18.00 GMT), dan menjadi pertemuan langsung pertama kedua pemimpin sejak Oktober lalu. Pada pertemuan sebelumnya, Trump menolak permintaan Zelensky untuk pengiriman rudal jarak jauh Tomahawk.

Dalam kunjungannya ke Kanada pada Sabtu, Zelensky menyatakan harapannya agar pembicaraan dengan Trump berlangsung “sangat konstruktif”. Ia menilai serangan terbaru Russia terhadap ibu kota Ukraina sebagai bukti sikap Presiden Russia Vladimir Putin terhadap upaya perdamaian.

“Serangan ini sekali lagi menjadi jawaban Russia atas inisiatif perdamaian kami dan menunjukkan bahwa Putin tidak menginginkan perdamaian,” ujarnya.

Masih di Kanada, Zelensky menggelar konferensi telepon dengan para pemimpin Eropa. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan para pemimpin tersebut berjanji memberikan dukungan penuh terhadap upaya perdamaian Ukraina. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menegaskan dukungan Uni Eropa (UE) tidak akan goyah serta berkomitmen terus menekan Kremlin agar mencapai kesepakatan.

Di sisi lain, Russia menuduh Ukraina dan para pendukungnya di Eropa berupaya “menggagalkan” rencana perdamaian sebelumnya yang dimediasi AS. Menteri Luar Negeri Russia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Moskow akan melanjutkan “keterlibatan dengan para perunding AS”, namun mengkritik Eropa dengan menyebut UE sebagai penghambat utama perdamaian sejak pergantian pemerintahan di AS. SB/AFP/Ant/and

Komentar (0)

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN