Inara Rusli Kukuh Ogah Minta Maaf? Wardatina Mawa Sodorkan Bukti Kongkrit Dugaan Perselingkuhan ke Penyidik

Doc: Kolase foto Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Konflik antara Wardatina Mawa dan Inara Rusli belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Setelah sebelumnya Mawa menyerahkan bukti atas dugaan keterlibatan Inara dan suaminya, dalam keretakan rumah tangganya, kini ia kembali menyampaikan pernyataan emosional yang memicu perhatian publik.

Dalam keterangannya di depan awak media pa pada 4 Desember 2025, Mawa menegaskan bahwa sampai saat ini ia belum menerima “sepatah kata pun” permintaan maaf dari Inara Rusli.

Dalam pernyataannya, Mawa tidak hanya mengutarakan kekecewaan, tetapi juga harapan. Ia mengatakan bahwa langkah menyerahkan bukti kepada penyidik bukan ditujukan sebagai balas dendam, melainkan sebagai jalan agar kebenaran terungkap dan pihak Inara serta suaminya menyadari dampak perbuatan mereka.

“Sampai saat ini belum ada permintaan maaf sepatah kata pun yang keluar dari mulut beliau, kakak IR,” ungkap Mawa dikutip Kucantik.com dari laman Instagram @gosip_danu, Jumat (05/12/25).

Mawa menambahkan bahwa bukti-bukti yang sudah ia kumpulkan seharusnya menjadi alarm moral bagi Inara dan Insanul. Menurutnya, apa yang ia alami bukan sekadar sakit hati, tetapi juga kerusakan permanen terhadap pernikahan yang sebelumnya ia bangun.

“Harapan saya adalah dengan adanya bukti yang sudah saya kasih ke penyidik, semua tindakan, perbuatan yang sudah mereka lakukan, saya harapannya mengakui kesalahan dan memohon maaf pada saya dengan hati yang sangat tulus,” tuturnya.

Inginkan Permintaan Maaf

Ia menekankan bahwa yang ia inginkan bukanlah publikasi, sensasi, atau penghukuman sosial. Yang ia cari hanyalah iktikad baik, pengakuan kesalahan dan permintaan maaf dari hati.

“Bukti-buktinya sudah sangat jelas dan saya hanya ingin ada iktikad baik dari beliau, karena secara tidak langsung beliau sudah merusak pernikahan saya,” lanjut Mawa dalam nada tegas.

Pernyataan itu menuai perhatian besar dari publik. Sebagian warganet menyatakan empati dan menilai bahwa permintaan maaf adalah bentuk penghormatan terhadap rasa sakit seseorang.

Sebagian lainnya menilai bahwa konflik pribadi sebaiknya diselesaikan secara tertutup tanpa perlu menyentuh ranah publik. Namun suara Mawa seakan menegaskan alasan ia bersuara, karena diam selama ini tidak pernah membuahkan penyelesaian.

Hingga saat artikel ini ditulis, pihak Inara maupun Insanul belum memberikan tanggapan terhadap permintaan maaf yang diharapkan Mawa. Ketidakpastian inilah yang membuat drama semakin panjang.

Banyak pihak menilai bahwa apabila Inara dan Insanul mengambil langkah untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf dengan tulus, ketegangan di media sosial bisa mereda dan proses hukum ataupun penyelesaian personal bisa berjalan dengan damai.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN