Banyak yang Percaya Nasi Dingin Lebih Rendah Kalori dan Cocok untuk Diet, Benarkah?

Ket. Nasi dingin lebih rendah kalori, benarkah?

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tren membekukan nasi sebelum dikonsumsi belakangan ini menarik perhatian warganet di berbagai platform media sosial. Banyak orang yang mulai mengemas nasi dalam plastik atau kertas, menyimpannya di freezer, lalu menghangatkannya kembali saat ingin dimakan. Cara ini dinilai lebih praktis dan efisien, terutama bagi mereka yang ingin menghemat waktu saat makan.

Namun, yang lebih menarik perhatian adalah klaim sebagian warganet bahwa nasi yang didinginkan, bahkan dibekukan terlebih dahulu memiliki kalori yang lebih rendah dan dianggap lebih sehat. 

Klaim ini pun memicu perdebatan di dunia maya. Lalu, apakah benar nasi yang didinginkan dapat menurunkan kadar kalori?

Praktisi kesehatan, dr. Dion Haryadi, memberikan penjelasan terkait fenomena tersebut. Menurutnya, proses mendinginkan nasi memang bisa mengubah kandungan pati di dalamnya, namun tidak secara signifikan mengurangi kalori.

“Nasi mengandung dua jenis pati, yaitu pati mudah serap dan pati resisten. Proses mendinginkan nasi dapat meningkatkan pati resistennya. Semakin tinggi pati resisten, semakin lambat lonjakan gula darah saat kita konsumsi karena pati tersebut tidak bisa dicerna oleh tubuh,” jelas dr. Dion melalui unggahan di akun Instagram @dionharyadi, Senin (10/11/2025).

Mengutip data dari Fat Secret, nasi putih memiliki sekitar 129 kalori per 100 gram. Dr. Dion menjelaskan bahwa nasi yang dibekukan lalu dipanaskan ulang memang memberikan respons glikemik yang lebih rendah.

Artinya, kenaikan gula darah setelah makan bisa menjadi lebih lambat. Namun, perubahan itu tidak cukup besar untuk membuat nasi disebut rendah kalori.

“Peningkatannya gak terlalu banyak, dari 0,6 gram per 100 gram jadi 1,6 gram per 100 gram,” lanjutnya.

Dengan begitu, dr. Dion menegaskan bahwa meski kandungan pati resisten meningkat, jumlah kalori nasi dingin tidak berubah signifikan. Nasi yang sudah dibekukan tidak otomatis menjadi lebih sehat atau rendah kalori.

Ia menekankan bahwa makan nasi hangat atau nasi dingin sebenarnya sama saja, selama porsinya sesuai dan dikombinasikan dengan lauk bergizi seimbang.

“Jumlah kalorinya itu gak beda jauh dan tetap harus dikonsumsi secukupnya. Nasi putih hangat juga sama sehatnya kok, asalkan dikonsumsi dengan lauk pauk yang lengkap, seimbang, dan secukupnya,” tegasnya.

Tren membekukan nasi pun akhirnya lebih bersifat praktis, bukan sebagai cara menurunkan kalori. Meski demikian, memahami kandungan nutrisi dan respon tubuh tetap penting agar pola makan tetap sehat dan seimbang.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN