Bukan Karena Genetik, Ini 6 Kebiasaan yang Buat Pori-Pori Makin Besar

Ket. Pori-Pori Besar

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pori-pori besar sering menjadi masalah kulit yang membuat banyak orang kehilangan rasa percaya diri. Berbagai cara pun dilakukan untuk mengatasinya, mulai dari penggunaan skincare hingga mencoba perawatan di klinik kecantikan.

Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan kecil dalam rutinitas sehari-hari justru dapat memperparah tampilan pori-pori. Dirangkum dari Erufucare dan Primary Skin, berikut kebiasaan-kebiasaan sepele yang ternyata membuat pori-pori terlihat semakin besar dan kulit tampak kusam.

1. Terlalu Sering Menggunakan Produk Pengontrol Minyak

Banyak orang beranggapan bahwa semakin kuat efek kontrol minyak pada produk skincare, maka semakin baik untuk kulit berminyak. Padahal, ketika kulit kehilangan kelembapan, kelenjar minyak akan memproduksi lebih banyak sebum sebagai kompensasi.

Akibatnya, wajah menjadi lebih berminyak dan pori-pori tampak semakin besar. Para ahli menyarankan agar penggunaan produk oil-control dilakukan secukupnya saja, lalu diimbangi dengan pelembap ringan untuk menjaga hidrasi kulit. Dengan keseimbangan yang tepat, pori-pori dapat terlihat lebih halus.

2. Mencuci Wajah dengan Air Terlalu Panas atau Terlalu Dingin

Masih banyak yang percaya bahwa air panas dapat membuka pori-pori, sementara air dingin dapat mengecilkannya. Faktanya, pori-pori tidak memiliki otot sehingga tidak bisa membuka atau menutup.

Mencuci wajah dengan air bersuhu ekstrem justru dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu keseimbangan minyak alami kulit. Air hangat kuku menjadi pilihan terbaik karena cukup lembut untuk membersihkan wajah tanpa menimbulkan kerusakan pada lapisan kulit.

3. Kebiasaan Memencet Jerawat atau Komedo

Meskipun memencet jerawat terasa memuaskan, tindakan ini dapat merusak dinding pori dan menimbulkan peradangan yang membuat pori-pori semakin melebar.

Sebagai alternatif, disarankan memakai produk perawatan dengan kandungan asam salisilat atau retinoid yang bekerja membersihkan pori dari dalam tanpa risiko luka atau bekas yang sulit hilang.

4. Menggunakan Produk dengan Bahan Komedogenik

Beberapa bahan seperti minyak kelapa, cocoa butter, dan lanolin memang melembapkan, tetapi berpotensi tinggi menyumbat pori dan memicu komedo. Penggunaan jangka panjang dapat memperbesar tampilan pori-pori.

Untuk kulit mudah berjerawat, pilihlah bahan non-komedogenik seperti minyak jojoba, almond, atau rosehip yang lebih ringan namun tetap memberikan kelembapan optimal.

5. Tidak Membersihkan Makeup dengan Benar

Membersihkan wajah hanya menggunakan sabun tidak cukup untuk menghilangkan makeup dan sunscreen. Sisa produk yang menumpuk di pori dapat memicu komedo hingga peradangan.

Metode double cleansing sangat dianjurkan: gunakan cleansing oil atau micellar water terlebih dahulu, lalu lanjutkan dengan facial wash yang lembut. Rutinitas ini membantu wajah benar-benar bersih dari residu kosmetik.

6. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Manis

Makanan tinggi gula dapat meningkatkan kadar insulin, yang memicu hormon IGF-1 dan menyebabkan produksi sebum berlebih. Kulit pun menjadi lebih berminyak dan pori-pori terlihat semakin jelas.

Mengurangi makanan manis dan menggantinya dengan pilihan lebih sehat seperti buah atau oat dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan kulit.

Pori-pori besar memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi bisa diperbaiki tampilannya dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas. Dengan rutinitas yang tepat dan konsisten, kulit dapat terlihat lebih bersih, halus, dan sehat.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN