Bintang TikTok Diculik Saat Live dan Dieksekusi Kelompok Ekstremis, Ditembak Mati di Depan Keluarga!

Ket. Mariam Cissé, TikToker asal Mali yang dieksekusi mati oleh ekstremis.

Doc: Threads @emmaculate_nash

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Ada kabar yang sangat menyedihkan dan bikin hati teriris dari Mali, Afrika Barat. Seorang bintang TikTok muda, Mariam Cissé, harus mengalami nasib yang sangat tragis setelah diculik saat sedang melakukan siaran langsung di media sosialnya.

Mariam Cissé, seorang kreator berusia 22 tahun yang cukup terkenal dengan lebih dari 100 ribu pengikut, dilaporkan tewas dieksekusi secara brutal oleh kelompok ekstremis bersenjata yang menculiknya.

Diculik Saat Live

Menurut laporan dari Mirror, Mariam sedang berada di kota tetangga dan asyik melakukan siaran langsung pada Kamis (6/11/2025), ketika tiba-tiba ia diculik oleh kelompok jihad yang dikenal beroperasi di negara tersebut.

Kakak Mariam membenarkan kabar penculikan ini. Kelompok ekstremis itu punya tuduhan serius yang sangat keji terhadap Mariam.

"Adik saya ditangkap oleh kelompok jihad. Mereka menuduhnya memberi tahu tentara Mali tentang pergerakan mereka," kata sang kakak kepada kantor berita AFP.

Ironisnya, beberapa hari setelah penculikan, Mariam dibawa ke Alun-alun Kemerdekaan di Tonka. Di depan kerumunan besar, termasuk anggota keluarganya sendiri, ia ditembak mati di depan umum.

Kejahatan Keji Karena Dukung Tentara Nasional

TV nasional Mali menyebut tindakan ini sebagai "kejahatan keji terhadap seorang perempuan muda." Mereka mengatakan Mariam hanya ingin mempromosikan komunitasnya dan mendukung tentaranya melalui konten yang ia buat.

Mariam dieksekusi karena ia sering mengenakan pakaian bergaya militer dalam video-videonya. Aksinya itu merupakan bentuk solidaritasnya yang tulus terhadap pasukan Mali yang sedang berjuang melawan kelompok ekstremis di sana.

Sumber anonim mengungkapkan bahwa para pelaku menuduh Mariam merekam aktivitas mereka untuk diserahkan ke pihak militer.

Salah satu caption unggahannya yang populer bahkan bertuliskan, 'Vive Mali' yang berarti 'Hidup Mali.' Sungguh tragis, niat baiknya untuk menunjukkan kecintaan pada negara justru berujung maut.

Tragedi ini terjadi di tengah krisis yang memburuk di Mali. Sejak tahun 2012, negara ini memang dilanda konflik berkepanjangan melawan kelompok bersenjata.

Situasi kini diperparah dengan blokade bahan bakar yang dilakukan kelompok jihad, yang melumpuhkan kehidupan di ibu kota Bamako.

Semoga arwah Mariam Cissé tenang di sisi-Nya, dan semoga kekerasan serta konflik di Mali bisa segera berakhir, ya Cantiks.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN