Dalang Perang Fentanil Global Tertangkap, Jejak Gelap Zhang Zhidong dari Beijing ke Meksiko hingga Ditangkap di Kuba

Ket. Zhi Dong Zhang alias Zhang Zhidong.

Doc: The government of Mexico.

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan sudah menerima penyerahan Zhi Dong Zhang alias Zhang Zhidong, warga Tiongkok, dalang perang fentanil global dan otak keuangan di balik jaringan perdagangan narkotika sintetis lintas benua.

Pria kelahiran Beijing tahun 1987 ini diekstradisi ke AS setelah perjalanan panjang dan penuh intrik dari Tiongkok ke Meksiko, bersembunyi di Kuba, hingga kembali ke otoritas Amerika. 

Zhang dituduh sebagai broker utama yang menghubungkan pemasok bahan kimia dari Tiongkok dengan laboratorium kartel Meksiko dan pasar gelap narkoba di Amerika Utara.

Jejak Operasional Zhang Zhidong

Menurut bocoran Asia Finance di X (Twitter), Zhang bukan sekadar pemasok bahan baku fentanil tapi juga melatih teknisi Meksiko untuk memproduksi narkotika sintetis. 

Sejak sebelum pandemi Covid 19, Zhang diketahui menetap di Meksiko, menikah dengan warga lokal, bahkan memperoleh kewarganegaraan ganda.

Pejabat AS menggambarkannya sebagai shadow banker, penghubung rahasia antara pabrik kimia di Tiongkok, laboratorium di Meksiko, dan kartel besar seperti Sinaloa serta Jalisco New Generation Cartel (CJNG).

Zhang menyelundupkan ribuan pound fentanil serta bahan prekursor lain yang menyebabkan krisis narkotika di AS.

Pelarian Zhang

Pada Juli 2025, Zhang berhasil kabur dari tahanan rumah di Meksiko lewat terowongan rahasia. Ia diduga mendapat bantuan dari jaringan lokal dan terbang dengan pesawat kecil ke Kuba, negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS.

Namun, saat berusaha menuju Rusia dengan paspor palsu, pihak imigrasi Rusia menolak dan mengirim Zhang kembali ke Kuba dan menyerahkannya kepada Meksiko, lalu mengekstradisinya langsung ke Amerika Serikat.

Implikasi Global dan Dampak Diplomatik

Penangkapan Zhang bukan sekadar keberhasilan hukum, tapi menjadi titik balik perang global melawan fentanil. Kasus ini menyoroti rantai pasok kompleks, bahan kimia dari Tiongkok, produksi di Meksiko, dan distribusi ke AS.

Pada September 2025, Departemen Kehakiman AS bahkan mengungkap penyitaan lebih dari 300.000 kilogram bahan kimia prekursor asal Tiongkok yang dikirim ke laboratorium Meksiko. Penangkapan Zhang memperkuat operasi global DEA dan membuka jalan menuju pengungkapan jaringan kejahatan transnasional yang lebih besar.

Penyerahan Zhang pada 24 Oktober 2025 menandai kemenangan besar bagi aparat penegak hukum internasional. Bukan hanya jadi tersangka, tapi juga simbol dari rantai kejahatan modern yang menggabungkan teknologi, bisnis kimia, dan jaringan kartel.

Pengakuannya di pengadilan AS menjadi kunci untuk membongkar pihak yang terlibat di balik industri gelap fentanil, perang senyap yang merenggut lebih dari 70.000 nyawa per tahun di Amerika Serikat.

Kasus ini menimbulkan tekanan diplomatik terhadap Tiongkok, mengingat sebagian besar bahan kimia prekursor masih berasal dari pabrik di sana.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN