AS Terima Penyerahan Zhang Zhidong, Dalang Global Perdagangan Fentanil: Tiongkok Hentikan Tarif Balasan

Ket. Fentanil.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan penyerahan seorang warga negara Tiongkok bernama Zhi Dong Zhang, alias Zhang Zhidong, yang disebut-sebut sebagai otak keuangan di balik jaringan perdagangan narkotika sintetis lintas benua.

Pria kelahiran Beijing tahun 1987 ini berhasil diekstradisi ke AS setelah perjalanan panjang dan penuh intrik dari Tiongkok ke Meksiko, sempat bersembunyi di Kuba, hingga akhirnya kembali ke tangan otoritas Amerika.

Zhang dituduh sebagai broker utama yang menghubungkan pemasok bahan kimia dari Tiongkok dengan laboratorium kartel Meksiko dan pasar gelap narkoba di Amerika Utara.

Penangkapan Zhang bukan sekadar keberhasilan hukum, tetapi juga menjadi titik balik dalam perang global melawan fentanil, narkotika sintetis yang menewaskan lebih dari 70.000 orang per tahun di AS. Kasus ini menyoroti rantai pasok kompleks yang melibatkan bahan kimia dari Tiongkok, produksi di Meksiko, dan distribusi ke Amerika Serikat.

Pada September 2025, Departemen Kehakiman AS mengungkap penyitaan lebih dari 300.000 kilogram bahan kimia prekursor asal Tiongkok yang dikirim ke laboratorium Meksiko. Operasi besar tersebut memperkuat peran Drug Enforcement Administration (DEA) dalam menindak jaringan kriminal lintas negara.

Penyerahan Zhang pada 24 Oktober 2025 menandai kemenangan besar bagi aparat penegak hukum internasional. Ia bukan hanya tersangka utama, tetapi juga simbol dari kejahatan modern yang memadukan teknologi, bisnis kimia, dan jaringan kartel global.

Pengakuan Zhang di pengadilan AS diyakini akan menjadi kunci untuk membongkar pihak-pihak yang terlibat di balik industri gelap fentanil. Di sisi lain, kasus ini turut menimbulkan tekanan diplomatik terhadap Tiongkok, mengingat sebagian besar bahan kimia prekursor masih berasal dari pabrik-pabrik di negara tersebut.

Sebagai respons terhadap perkembangan terbaru ini, Tiongkok menghentikan tarif balasan terhadap produk pertanian AS seperti kedelai, jagung, dan gandum, setelah Washington memangkas separuh tarif terkait fentanil atas barang-barang Tiongkok.

Kementerian Keuangan Tiongkok mengumumkan kebijakan tersebut berlaku efektif pada Senin, 10 November 2025, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif yang menurunkan tarif ekspor China menjadi 10% dan memperpanjang gencatan dagang.

Langkah ini menjadi bagian dari kesepakatan satu tahun antara Trump dan Presiden Xi Jinping untuk menstabilkan hubungan dagang kedua negara setelah berbulan-bulan ketegangan akibat perang tarif dan isu perdagangan narkotika sintetis.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN