Acha Septriasa Akui Alami Silent Treatment Hingga Akhirnya Cerai, Kenali Bahaya dan Dampak Buruknya dalam Rumah Tangga
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktris sekaligus penyanyi Acha Septriasa baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan tentang kehidupan rumah tangganya yang telah berakhir.
Dalam podcastnya bersama Denny Sumargo, Acha blak-blakan mengungkap bahwa salah satu penyebab utama keretakan rumah tangganya adalah kebiasaan silent treatment yang terjadi antara dirinya dan mantan suaminya.
“Komunikasinya udah nggak ada, jadi komunikasinya tuh kurang malah menurutku. Nggak pernah ribut jadi nggak pernah komunikasi,” ungkap Acha, dikutip Jumat (31/10/25).
Ia menambahkan, “Jadinya silent treatment, jadi nggak pernah ribut-ribut juga.”
Pernyataan Acha ini menggambarkan sisi lain dari hubungan rumah tangga yang tampak tenang di permukaan, tetapi sebenarnya menyimpan jarak emosional yang dalam.
Tidak adanya pertengkaran bukan berarti hubungan baik-baik saja. Justru, ketika dua orang berhenti berkomunikasi, itu bisa menjadi tanda bahwa koneksi batin mereka mulai pudar.
Menurut Acha, situasi tanpa komunikasi itu membuat hubungan terasa hampa. Ia dan pasangannya sama-sama menahan perasaan dan memilih diam daripada membahas masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan.
Akhirnya, hubungan mereka menjadi datar dan kehilangan keintiman emosional, hingga keputusan berpisah pun menjadi jalan terakhir yang harus diambil.
Bahaya Silent Treatment
Fenomena silent treatment seperti yang dialami Acha bukan hal sepele. Dalam konteks rumah tangga, silent treatment adalah tindakan sengaja mendiamkan atau mengabaikan pasangan sebagai respons terhadap konflik atau ketidaknyamanan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Berbeda dengan mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri, silent treatment dilakukan secara berlarut-larut dan bertujuan untuk menghukum atau mengontrol pasangan secara emosional.
Perilaku ini bisa berdampak serius pada kesehatan psikologis kedua belah pihak. Pihak yang didiamkan sering kali merasa tidak dihargai, terisolasi, dan kebingungan karena tidak tahu kesalahannya.
Sementara pihak yang melakukan silent treatment juga cenderung menutup diri dan kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan masalah secara dewasa.
Dalam jangka panjang, pola komunikasi yang tidak sehat ini dapat memicu stres, depresi, bahkan perpisahan seperti yang dialami Acha.
Para psikolog menyebut silent treatment sebagai bentuk emotional neglect, pengabaian emosional yang dapat merusak ikatan kepercayaan dan rasa aman dalam hubungan.
Komunikasi yang sehat justru membutuhkan keberanian untuk berbicara jujur, mendengarkan dengan empati, dan mencari solusi bersama, bukan saling diam dan menjauh.
Kisah Acha Septriasa menjadi pengingat bahwa diam bukan selalu emas, terutama dalam rumah tangga. Ketika komunikasi berhenti, cinta perlahan ikut membeku. Dan terkadang, keheningan itulah yang justru menjadi awal dari perpisahan yang tak terelakkan.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Acha Septriasa Akui Alami Silent Treatment Hingga Akhirnya Cerai, Kenali Bahaya dan Dampak Buruknya dalam Rumah Tangga .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!