Setelah Tuai Kecaman  Santri, Data Karyawan Trans7 Dikabarkan Bocor di Dark Web!

Doc: Instagram/officialtrans7

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Belum selesai menghadapi kontroversi program Xpose Uncensored, stasiun televisi Trans7 kini kembali diterpa masalah baru.

Kali ini, isu tersebut datang dari ranah keamanan siber, setelah muncul laporan adanya dugaan kebocoran data karyawan yang dilakukan oleh seorang threat actor atau pelaku ancaman siber di dunia maya.

Kabar ini pertama kali diungkap oleh akun X (Twitter) @DarkWebIntelligence, yang dikenal sering memantau aktivitas dark web dan mengungkap ancaman siber terhadap lembaga-lembaga besar.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut bahwa seorang peretas mengklaim telah berhasil membobol sistem Trans7 dan menguasai database sebesar 1,1 GB, yang berisi data personal dan profesional para karyawan stasiun televisi tersebut.

“Trans7, a national television station, has allegedly been breached by a threat actor threatening to leak a 1.1GB database containing extensive personal and professional data,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Unggahan itu dengan cepat menyebar luas di dunia maya dan memicu kehebohan di kalangan warganet.

Banyak pengguna media sosial yang mengecam tindakan peretasan tersebut dan menilai bahwa kebocoran data pribadi karyawan tidak ada kaitannya dengan kontroversi program Xpose Uncensored yang sempat menuai kritik publik.

“Apa hubungannya sama karyawan breee, mau cari karyawan yang single? Hadeeeh,” tulis salah satu netizen dengan nada sindiran.

Namun, di sisi lain, tidak sedikit pula yang mengaitkan dugaan kebocoran data ini dengan gelombang protes masyarakat terhadap Trans7.

Sebagian publik menilai bahwa tindakan tersebut bisa jadi merupakan bentuk eskalasi dari kemarahan publik akibat konten dalam program Xpose Uncensored yang dianggap kontroversial.

“Udah minta maaf, udah ada itikad baik untuk datang ke lokasinya, tapi umatnya masih aja gak terima ???? harus sedendam itu kah?” tulis seorang pengguna X lainnya, seolah menyoroti bahwa peretasan ini mungkin muncul dari ketidakpuasan sebagian pihak terhadap stasiun televisi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Trans7 belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan kebocoran data ini. Tidak diketahui pula apakah pihak manajemen telah melakukan investigasi internal atau melibatkan lembaga keamanan siber untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut.

Isu ini muncul di tengah situasi internal Trans7 yang belum stabil pasca-pemutusan siaran Xpose Uncensored dan penghentian kerja sama dengan rumah produksi Shandhika Widya Cinema, yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

Dengan munculnya dugaan kebocoran data ini, Trans7 kini dihadapkan pada tantangan ganda, tak hanya memulihkan citra publik akibat kontroversi programnya, tetapi juga harus memastikan keamanan informasi internal dan perlindungan data karyawannya agar tidak dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh lembaga media di Indonesia akan pentingnya sistem keamanan siber yang kuat, terutama di era digital yang rentan terhadap peretasan dan penyalahgunaan data pribadi.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN