Bukan Ahli Gizi! Sosok di Balik Program Makan Bergizi Gratis Ternyata Pakar Serangga dan Hama Tanaman

Doc: Instagram/@rumpi_gosip

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah gelombang kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin deras.

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini sebelumnya digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa, namun kini menghadapi ujian berat.

Sejumlah kasus keracunan massal yang menimpa pelajar membuat publik mempertanyakan efektivitas sekaligus tata kelola program tersebut.

Dilansir dari laman Instagram @rumpi_gosip, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana berada di garis depan sorotan.

Lembaga yang ia pimpin baru saja dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 sebagai institusi khusus yang menangani kebijakan gizi dan pangan nasional.

Dadan sendiri dilantik Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024, sebagai kepala pertama lembaga anyar tersebut.

Pakar Entomologi

Meski demikian, publik dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa sosok di balik program strategis ini bukan berasal dari disiplin ilmu gizi.

Dadan Hindayana justru dikenal sebagai pakar entomologi, ilmu tentang serangga dan spesialis proteksi tanaman.

Latar belakang ini kemudian memunculkan perdebatan, apakah tepat seorang ahli serangga memimpin lembaga yang mengurusi gizi nasional.

Profil

Dadan lahir di Garut, Jawa Barat, 10 Juli 1967. Ia menempuh seluruh pendidikan tingginya di bidang pertanian. Gelar sarjana ia raih dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1990 dengan spesialisasi Proteksi Tanaman.

Selanjutnya, ia melanjutkan studi S2 di bidang Entomologi Terapan di University of Bonn, Jerman (1995–1997).

Pendidikan doktoral ia selesaikan di Leibniz Universität Hannover, Jerman pada tahun 2000, kemudian melanjutkan program doktoral lanjutan di IPB.

Dalam perjalanan akademiknya, Dadan dikenal aktif sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB.

Ia juga terlibat dalam berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat, terutama terkait perlindungan tanaman dan pengendalian hama.

Pengalaman organisasionalnya pun cukup panjang. Ia pernah menjabat Ketua STPK Banau di Maluku Utara serta turut menginisiasi Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia 2022, sebuah ajang yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan pegiat pertanian.

Kini, karier akademisi senior tersebut diuji di panggung nasional. Kritik publik bukan hanya soal dugaan kelemahan implementasi program MBG, melainkan juga menyangkut kecocokan latar belakang keilmuan dengan tanggung jawab besar yang ia emban.

Seiring waktu, publik menanti apakah kepemimpinan Dadan di BGN mampu menjawab tantangan gizi nasional, atau justru menambah panjang daftar polemik dalam sejarah kebijakan pangan di Indonesia.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN