Seorang Ibu Jual Emas dari Tahun 2001, Dulu Beli Rp41 Juta Kini Laku Rp927 Juta: Ini Penyebab Harga Emas Bisa Melonjak Berkali-kali Lipat
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Fenomena harga emas yang terus meroket kembali menjadi perbincangan hangat setelah kisah seorang ibu viral di aplikasi X.
Akun @blaugrana10 membagikan momen seorang ibu menjual beberapa perhiasan yang dibelinya pada tahun 2001 dengan modal sekitar Rp41 juta.
Setelah disimpan lebih dari dua dekade, emas tersebut akhirnya terjual dengan nilai fantastis, yakni sekitar Rp927 juta.
Tidak diketahui secara pasti di mana lokasi kejadian tersebut, namun kenaikan yang signifikan membuat publik gagal fokus.
Kenaikan nilainya hampir 23 kali lipat tentu membuat banyak orang bertanya-tanya: mengapa emas bisa naik setinggi itu? Apakah emas memang investasi paling aman dalam jangka panjang?
Kenaikan harga emas bukan terjadi secara tiba-tiba. Ada beberapa faktor ekonomi global dan domestik yang membuat logam mulia ini terus mengalami apresiasi nilai dari tahun ke tahun.
1. Emas Menjadi Pelindung Nilai dari Inflasi
Salah satu alasan utama harga emas terus naik adalah karena emas dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.
Ketika inflasi tinggi, nilai uang kertas seperti Rupiah akan menurun. Artinya, uang Rp41 juta pada tahun 2001 tentu tidak memiliki daya beli yang sama dengan Rp41 juta saat ini.
Harga barang, biaya hidup, dan aset terus meningkat seiring waktu.
Rekomendasi juga buat kamu:
Emas berbeda dengan uang kertas. Logam mulia ini tidak bisa dicetak sembarangan oleh pemerintah atau bank sentral. Karena jumlahnya terbatas, nilainya cenderung bertahan bahkan meningkat saat mata uang melemah.
Itulah sebabnya emas sering disebut sebagai “penyimpan kekayaan” jangka panjang.
2. Emas Dianggap Aset Aman Saat Krisis
Faktor kedua adalah status emas sebagai safe haven atau aset aman.
Saat dunia dilanda krisis ekonomi, perang, ketegangan geopolitik, atau ketidakpastian pasar keuangan, para investor cenderung mengalihkan dananya ke emas. Permintaan emas melonjak karena dianggap lebih stabil dibanding saham atau mata uang tertentu.
3. Pengaruh Nilai Tukar Dolar AS dan Rupiah
Harga emas dunia ditetapkan dalam Dolar Amerika Serikat (USD). Di Indonesia, harga emas dihitung dalam Rupiah, sehingga nilai tukar memiliki pengaruh besar.
Jika Dolar menguat atau Rupiah melemah, maka harga emas dalam Rupiah otomatis akan naik meskipun harga emas dunia tidak berubah banyak.
4. Pasokan Emas Terbatas dan Sulit Ditambah
Emas adalah sumber daya alam yang langka dan tidak dapat diperbarui. Cadangan emas di bumi jumlahnya terbatas, sementara proses penambangannya membutuhkan biaya besar, teknologi tinggi, dan waktu yang lama.
Semakin sulit menemukan cadangan baru, biaya produksi emas juga meningkat. Kondisi ini membuat pasokan emas tidak bisa bertambah dengan cepat untuk memenuhi permintaan pasar global.*
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Seorang Ibu Jual Emas dari Tahun 2001, Dulu Beli Rp41 Juta Kini Laku Rp927 Juta: Ini Penyebab Harga Emas Bisa Melonjak Berkali-kali Lipat .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!