Penandatangan CEPA dengan Kanada Bakal Katrol Ekspor Indonesia

Doc: istimewa

JAKARTA- Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, penandatanganan CEPA dengan Kanada oleh Presiden Prabowo sangat baik dan diharapkan dapat meningkatkan ekspor bagi Indonesia.

“Dengan peningkatan ekspor akan berdampak pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), cadangan devisa, menambah lapangan kerja dan meningkatkan investasi. Pada 2024, kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi minus 0,01 persen,” katanya, Minggu (28/9).

Oleh karena itu, katanya, perlu ditingkatkan ekspor Indonesia ke Kanada diperkirakan bisa tembus 11,8 miliar dollar AS atau setara 197,6 triliun rupiah dengan asumsi kurs 16.700 rupiah pada 2030 dengan adanya perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif ICA-CEPA yang baru saja ditandatangani.

Kanada juga menjadi langkah yang signifikan untuk diversifikasi tujuan ekspor ke negara negara di Amerika Utara dan Selatan. “Hal yang perlu mendapat perhatian dalam ekspor adalah ketersediaan barang, kualitas barang sampai di negara tujuan dan kontinuitas karena ekspor tidak hanya sekali setelah itu selesai, tetapi perdagangan yang berkelanjutan,”ungkap Suhartoko.

Dalam kerja sama perdagangan juga perlu dipersiapkan daya tahan kompetisi industri substitusi impornya. “Daya tahan kekuatan tidak melalui subsidi dan proteksi karena ini akan dibalas oleh mitra dagang dan membuyarkan perjanjian yang disepakati. Kebergantungan impor juga jangan terjadi,” pungkas Suhartoko.

Terkait dengan kerja sama tersebut, PT Piaggio Indonesia, perusahaan produsen sepeda motor dan skuter, menilai Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) dapat memberikan dampak positif pada industri otomotif, khususnya pabrikan Eropa.

Public Relation and Communications Manager PT Piaggio Indonesia Ayu Hapsari mengatakan dampak positif akan dirasakan terhadap Bea Masuk produk impor atau Completely Built Up (CBU) dari Italia.

“Secara umum kesepakatan ini berpotensi memberikan dampak positif pada industri otomotif, khususnya dalam hal Bea Masuk produk CBU,” kata Ayu di Jakarta, pekan lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefčovič resmi menandatangani penyelesaian substansial perundingan IEU CEPA di Nusa Dua, Bali, pada Selasa (23/9).

Perjanjian tersebut ditargetkan dapat diimplementasikan mulai 1 Januari 2027. Uni Eropa sendiri merupakan mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia dengan total nilai perdagangan mencapai 30,1 miliar dollar AS pada 2024.

Dari perdagangan itu, Indonesia mencatat peningkatan surplus dari 2,5 miliar dollar AS pada 2023 menjadi 4,5 dollar AS pada tahun lalu

Terobosan Besar

Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan penandatanganan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Kanada merupakan sebuah terobosan besar dalam hubungan ekonomi kedua negara.

“Di Kanada kami juga dapat suatu terobosan, kita berhasil tanda-tangan CEPA ya Comprehensive Economic Partnership Agreement. Jadi free trade antara Kanada dan Indonesia ini terobosan juga. Kita sudah dengan Eropa 10 tahun, dengan Kanada juga berapa tahun terobos,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, akhir pekan lalu.

Presiden menegaskan kesepakatan tersebut akan memperkuat kerja sama dagang, membuka akses pasar baru, dan menurunkan hambatan tarif bagi produk unggulan Indonesia. CEPA dengan Kanada melengkapi capaian serupa dengan Uni Eropa yang telah diperjuangkan sejak satu dekade lalu.

Penandatanganan dan Pengumuman Bersama tentang Kesepakatan Substansial CEPA antara Indonesia dan Eropa dilaksanakan di Bali, Selasa (23/9) lalu antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefčovič.

Prabowo menilai rangkaian kunjungan ke PBB, Kanada, dan Belanda membawa hasil yang konkret baik di bidang diplomasi maupun kerja sama ekonomi.

“Saya kira alhamdulillah kunjungan saya membawa manfaat,” kata Prabowo.

Selain kerja sama ekonomi, Presiden juga menyebut kunjungannya ke Belanda menghasilkan komitmen pengembalian 30 ribu artefak bersejarah milik Indonesia serta kerja sama edukasi keuangan masyarakat oleh Ratu Máxima pada kunjungannya ke Jakarta mendatang.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN