JAKARTA, KUCANTIK.COM - Publik media sosial baru-baru ini digegerkan oleh kisah seorang pejabat sekaligus pengusaha ternama dari Thailand, negeri yang dijuluki gajah putih.
Pria bernama Tambon Prasert itu menjadi sorotan setelah kabar poligaminya terkuak. Bukan hanya dua atau tiga istri, ia diketahui telah menikahi 120 wanita sepanjang hidupnya.
Angka fantastis ini langsung memicu rasa heran sekaligus kontroversi di tengah masyarakat.
Bagi kebanyakan orang, menikahi dua wanita saja sudah cukup membuat kalut, apalagi jika harus menjaga keharmonisan rumah tangga yang penuh tantangan.
Namun, kondisi itu tampaknya tidak berlaku bagi Tambon. Ia justru mengaku merasa bangga karena bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan banyak pasangan.
Menurutnya, hal tersebut bukan sekadar pemenuhan hasrat pribadi, melainkan cara untuk membagikan kebahagiaan.
Dilansir dari laman Instagram @lambegosiip, Tambon menyebut dirinya selalu berusaha berlaku adil dan bijaksana.
Ia mengklaim memiliki prinsip membagi kasih sayang secara merata, tanpa membeda-bedakan satu istri dengan yang lain.
Dengan latar belakangnya sebagai kontraktor sukses dan pejabat berpengaruh, ia dianggap memiliki sumber daya yang cukup besar untuk menopang gaya hidup luar biasa ini.
Kisah Tambon menjadi semakin menarik karena terjadi di Thailand, sebuah negara yang pada dasarnya melarang praktik poligami secara hukum modern.
Rekomendasi juga buat kamu:
Peraturan pernikahan di sana hanya mengakui satu pasangan sah. Meski begitu, realitas sosial di beberapa daerah pedesaan masih kerap memperlihatkan praktik serupa, walau tidak se-ekstrem kasus yang satu ini.
Sorotan publik tidak hanya tertuju pada jumlah istri yang sangat banyak, tetapi juga pada kemampuan Tambon membina hubungan dengan masing-masing wanita.
Netizen bertanya-tanya bagaimana cara ia mengatur waktu, tenaga, dan perhatian.
Sebagian menganggap kisah ini sebagai bukti kegigihan sekaligus keanehan, sementara sebagian lain mengkritik bahwa kebahagiaan ratusan wanita tentu mustahil dijaga dengan sempurna.
Fenomena ini pun memunculkan perdebatan lebih luas mengenai batasan tradisi, hukum, serta nilai moral di masyarakat.
Apakah poligami dalam skala ekstrem seperti ini dapat benar-benar dijalankan dengan adil? Ataukah hanya meninggalkan cerita sensasional yang memancing rasa kagum sekaligus geleng-geleng kepala?
Apa pun jawabannya, kisah Tambon Prasert kini terlanjur mewarnai pemberitaan internasional.
Ia menjadi contoh unik betapa hubungan pernikahan bisa melampaui nalar umum, terutama ketika digabungkan dengan status sosial, kekayaan, dan keyakinan pribadi.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Gila! Pria Thailand Ini Akui Nikahi 120 Wanita Sekaligus .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!