Stop Impor Gula Rafinasi! Wamentan Sudaryono Dapat Tepuk Tangan DPR, Petani Tebu Bersorak
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Langkah berani Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menghentikan impor gula rafinasi berhasil mencuri perhatian publik sekaligus menuai apresiasi dari Komisi IV DPR RI.
Keputusan ini dianggap sebagai gebrakan strategis yang tidak hanya menguntungkan petani tebu nasional, tetapi juga memperkuat pondasi kemandirian pangan Indonesia.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa penghentian impor gula rafinasi adalah momentum besar bagi petani lokal.
Dengan ruang produksi yang lebih luas, Indonesia bisa meningkatkan daya saing tebu dalam negeri.
“Saya apresiasi langkah Pak Wamen. Kalau impor gula bisa dihentikan, ke depan sebaiknya etanol juga stop. Kita hanya perlu impor produk yang memang tidak bisa dipenuhi dari dalam negeri,” tegas Alex dalam rapat kerja bersama Kementerian Pertanian di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa, 16 September 2025.
Rekomendasi juga buat kamu:
Menanggapi dukungan tersebut, Wamentan Sudaryono menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produktivitas pangan strategis.
Bukan hanya soal gula, Kementan juga mendorong hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperluas ekspor.
“Kami akan terus memperjuangkan produktivitas dalam negeri agar petani sejahtera dan industri nasional bisa berkembang. Target kami, lima tahun ke depan Indonesia mandiri pangan,” ujar Sudaryono dengan penuh keyakinan.
Sudaryono juga menjelaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah mencapai swasembada pangan, termasuk gula konsumsi, secara bertahap. Tahun ini, prioritas utama adalah kebutuhan konsumsi masyarakat.
Selanjutnya, pemerintah bertekad menata kebutuhan industri agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.
Dalam rapat tersebut, Komisi IV dan Kementan juga membahas Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026.
Kementan mendapat tambahan anggaran Rp145 miliar, sehingga total pagu naik menjadi Rp40,15 triliun.
Anggaran ini akan dialokasikan untuk program ketersediaan pangan berkualitas sebesar Rp23,81 triliun, peningkatan daya saing industri Rp6,62 triliun, pendidikan vokasi Rp747,69 miliar, serta dukungan manajemen Rp8,96 triliun.
Sudaryono menegaskan bahwa tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk program prioritas Presiden, memastikan kesejahteraan petani, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan langkah-langkah ini, Indonesia kian optimis menuju swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Stop Impor Gula Rafinasi! Wamentan Sudaryono Dapat Tepuk Tangan DPR, Petani Tebu Bersorak .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!