Gila! Belum 40 Hari Mpok Alpa Pergi, Keluarga Curigai Aji Darmaji Ingin Kuasai Warisan

Ket. Aji Darmaji dicurigai ingin kuasai harta warisan Mpok Alpa, padahal belum genap 40 hari.

Doc: Ist.

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kepergian komedian dan presenter terkenal, Mpok Alpa (Nina Carolina), pada 15 Agustus 2025, masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta orang terdekatnya. Baru beberapa minggu setelah kepergiannya, muncul polemik yang membuat suasana duka menjadi sorotan publik. Keluarga besar menuding suami Mpok Alpa, Aji Darmaji, terlalu tergesa‑gesa dalam masalah warisan dan perwalian.

Isu Perwalian dan Tuduhan “Serobot Warisan”

Salah satu pemicu kontroversi adalah keputusan suami almarhumah, Aji Darmaji, mengajukan permohonan perwalian atas keempat anaknya yang masih di bawah umur. Meski menurut Aji bukan terkait warisan, permintaan tersebut menarik perhatian karena dianggap terlalu cepat dilakukan, padahal belum genap 40 hari pasca kematian Mpok Alpa.

Keluarga almarhumah, termasuk kakaknya Mpok Banong, merasa tidak dilibatkan dalam proses ini dan justru mengetahui pengajuan perwalian lewat media. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa langkah perwalian tidak semata demi kepentingan anak‑anak, melainkan juga ada motif terkait pengelolaan warisan.

Klarifikasi dari Aji Darmaji

Menjawab tudingan tersebut, Aji Darmaji melalui kuasa hukumnya menegaskan bahwa permohonan perwalian anak adalah upaya administratif yang sah, agar ia dapat bertindak secara resmi sebagai wali untuk keperluan pendidikan, perlindungan hukum, dan pemenuhan kesejahteraan anak. Ia membantah keras tuduhan bahwa munculnya perwalian ini bermotif mengambil alih atau menguasai harta peninggalan Mpok Alpa.

Aji juga menyatakan bahwa seluruh aset almarhumah, termasuk rumah yang saat ini mereka tempati, tidak akan dijual sembarangan dan anak‑anak tetap menjadi prioritas.

Emosi Keluarga 

Keputusan yang dianggap mendesak ini menimbulkan kekecewaan dan rasa tidak nyaman di pihak keluarga. Ada yang merasa bahwa mempercepat langkah hukum semacam ini di tengah masa berkabung bukan sikap yang “manis”. Keluarga berharap Aji bisa lebih terbuka, transparan, dan melibatkan pihak lain agar tidak muncul salah paham atau fitnah.

Di sisi lain, publik juga penasaran apa sebenarnya maksud dari “belum 40 hari” sebagai ukuran budaya dalam Islam dan adat di mana masa berkabung dianggap penting, dan seberapa tepat jika persoalan warisan/perwalian dibahas dalam periode tersebut.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN