Tantowi Yahya Bongkar Gaya Bicara Blak-blakan Menkeu Purbaya: Bisa Jadi Penyelamat Ekonomi RI?
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Unggahan Tantowi Yahya baru-baru ini di media sosial memantik perhatian publik.
Mantan Duta Besar RI untuk Selandia Baru itu menyoroti dinamika yang terjadi sejak Purbaya Yudhi dilantik sebagai Menteri Keuangan.
Dalam tulisannya, Tantowi menggaris bawahi fenomena langka, seorang menteri yang bahkan belum genap 24 jam bekerja sudah ramai diminta turun, bukan karena kinerjanya, melainkan karena ucapan dan gaya komunikasinya.
Menurut Tantowi, Purbaya langsung “dirujak” publik akibat pernyataan-pernyataannya yang lugas.
Kritik deras pun datang dari berbagai arah, sehingga Purbaya akhirnya meminta maaf.
Banyak orang kemudian mengira sang menteri akan berubah menjadi lebih normatif, penuh basa-basi, dan berhati-hati dalam berbicara. Namun dugaan itu ternyata meleset.
Pada rapat kerja perdananya dengan Komisi XI DPR RI pada 10 September, Purbaya justru tampil apa adanya. Ia tetap berbicara tanpa tedeng aling-aling, tanpa basa-basi, dan dengan keyakinan penuh.
Bagi Tantowi, sikap itu menegaskan identitas asli Purbaya yang tidak ingin terjebak dalam gaya komunikasi elitis.
“Dia tahu betul apa yang harus dia lakukan sebagai menteri keuangan,” tulis Tantowi, seraya menambahkan bahwa jabatan Menkeu merupakan salah satu posisi paling “sakral” di negeri ini.
Meski demikian, suasana di ruang rapat menurutnya memperlihatkan dinamika lain.
Rekomendasi juga buat kamu:
Para wakil menteri serta pejabat eselon I yang mendampingi Purbaya tampak kurang nyaman dengan gaya bicara sang bos.
Bahkan, Tantowi berseloroh mungkin ada yang merasa dongkol dengan pilihan Presiden menunjuk sosok yang berbeda dari kebanyakan pejabat ekonomi.
Lebih jauh, Tantowi menilai publik sedang menyaksikan gaya komunikasi baru seorang menteri.

Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, Purbaya tidak memilih bersembunyi di balik angka-angka statistik yang tampak indah, melainkan berbicara dengan bahasa yang dimengerti “pasar”, tempat ia dibesarkan. Ia lebih memilih membahas realitas di lapangan yang sering kali berseberangan dengan laporan makroekonomi yang terlihat optimistis.
Tantowi juga menyoroti bahwa Purbaya berbicara tanpa beban karena jabatan menteri bukanlah sesuatu yang ia raih lewat intrik, manuver, atau sikut kanan-kiri.
Dengan demikian, ia tidak punya hutang politik yang membuatnya harus menyesuaikan diri dengan gaya komunikasi tertentu. “Dia bicara apa adanya karena memang tidak pernah jilat sana-sini,” tulis Tantowi.
Dari pengamatan selama dua hari pertama Purbaya menjabat, Tantowi menyimpulkan bahwa ada potensi besar bagi sang menteri untuk memberi angin segar pada perekonomian Indonesia yang saat ini dirasakannya “kaya tapi miskin”.
Meski terdengar berani, ia tetap menyertakan catatan rendah hati, waktulah yang akan membuktikan apakah Presiden telah memilih sosok yang tepat atau justru sebaliknya.
Unggahan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa opini adalah ruang bebas.
Tantowi mengakui pandangannya bisa saja salah, tetapi ia memilih untuk memberi kesempatan kepada Purbaya bekerja dan membuktikan kapasitasnya.
Dengan refleksi ini, Tantowi Yahya tidak hanya menyampaikan pandangan pribadi, tetapi juga mengajak publik melihat fenomena baru dalam gaya komunikasi pejabat negara: lugas, apa adanya, dan berbicara dengan bahasa rakyat.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Tantowi Yahya Bongkar Gaya Bicara Blak-blakan Menkeu Purbaya: Bisa Jadi Penyelamat Ekonomi RI? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!