Pernah Membanggakan Kakek Buyut, Ha Young Kini Minta Maaf Setelah Tahu Masa Lalunya

Ket. Ha Young menulis permintaan maaf

Doc: Instagram/@havv_y

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ha Young menyampaikan permintaan maaf secara tertulis setelah muncul pemberitaan mengenai sejarah kakek buyutnya, Ahn Sangho, yang dikabarkan memiliki keterkaitan dengan kelompok pro-Jepang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ha Young dengan penuh penyesalan karena ia merasa kisah tentang keluarganya di masa lalu telah melukai dan mengecewakan banyak orang.

Dalam permintaan maafnya, Ha Young mengaku baru mengetahui secara lebih mendalam mengenai masa lalu kakek buyutnya.

Ia mengatakan bahwa kabar tersebut membuat hatinya terasa berat. Selama ini, Ha Young mengaku hanya mengetahui sosok Ahn Sangho berdasarkan cerita yang disampaikan oleh keluarganya.

“Pertama, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas berita kakek buyut saya yang telah melukai dan membuat malu banyak orang,” tulis Ha Young dalam pernyataannya.

Ia kemudian mengakui bahwa ketidaktahuannya mengenai sejarah tersebut membuat dirinya pernah menceritakan sosok kakek buyutnya dalam sejumlah kesempatan.

Bahkan, Ha Young menyadari bahwa dirinya sempat membanggakan sosok tersebut tanpa mengetahui kontroversi yang menyertainya.

“Belakangan, saya baru mengetahui masa lalu kakek buyut saya, Ahn Sangho, dan hati saya terasa berat sekali saat mengetahui sejarah itu,” ungkapnya.

Ha Young juga menyebut bahwa dirinya merasa malu atas ketidaktahuan tersebut.

Ia menyadari bahwa sejarah keluarga, terutama yang berkaitan dengan masa penjajahan Jepang di Korea, merupakan persoalan yang sensitif dan memiliki makna mendalam bagi masyarakat Korea.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab Ha Young setelah mengetahui fakta sejarah yang sebelumnya tidak ia pahami.

Ia menegaskan penyesalannya karena pernah menceritakan kisah tentang kakek buyutnya dengan sudut pandang yang berbeda dari fakta sejarah yang kemudian diketahuinya.

“Saya merasa malu karena dalam ketidaktahuan saya, di beberapa kesempatan saya bercerita mengenai kakek buyut saya, bahkan membangga-banggakannya,” lanjut Ha Young.

Permintaan maaf itu menunjukkan bahwa Ha Young tidak bermaksud mengabaikan persoalan tersebut setelah mengetahui kontroversi mengenai leluhurnya.

Ia memilih menyampaikan penyesalan secara terbuka sekaligus mengakui bahwa dirinya memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai sejarah keluarganya sendiri.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa kisah keluarga tidak selalu sepenuhnya menggambarkan fakta sejarah.

Bagi Ha Young, mengetahui masa lalu tersebut menjadi pengalaman yang berat sekaligus mendorongnya untuk melihat kembali cerita mengenai keluarganya dengan lebih kritis.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN