JAKARTA- Ekonom Indef, Ariyo Irhamna menyatakan pelaku pasar masih butuh waktu untuk menilai arah kebijakan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa. Namun ia memperkirakan ada dua kebijakan yang akan diambil Menkeu Purbaya.
“Pertama menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi 75-80 juta rupiah per tahun demi ruang konsumsi masyarakat menengah ke bawah semakin meluas,” katanya, Selasa (9/9), merespons kehadiran Menteri Keuangan yang baru Purbaya Yudhi Sadewa.
Kedua, katanya, Menkeu bisa saja menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 10 persen, dengan 1 persen ditanggung oleh pemerintah (PPN DTP). “Dengan langkah itu, daya beli rumah tangga tetap terjaga tanpa secara drastis mengurangi penerimaan negara,” kata Ariyo.
Dalam jangka pendek, Menkeu katanya harus fokus terhadap pemulihan pertumbuhan ekonomi, sembari menjaga stabilitas fiskal dan sosial.
“Pergantian ini menjadi langkah konsisten untuk memastikan kebijakan fiskal sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan berdaulat,” kata Ariyo.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara serah terima jabatan dengan pendahulunya berjanji mengedepankan integritas dalam mengelola uang rakyat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Sebagai institusi yang mengelola keuangan negara, kita harus selalu menjaga integritas dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Setiap rupiah yang dikelola adalah uang rakyat dan kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan uang tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat,” kata Purbaya.
Peran Kementerian Keuangan katanya dalam merancang kebijakan fiskal sangat krusial untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Dalam RAPBN 2026, misalnya, didesain untuk disiplin menjaga kesinambungan kebijakan fiskal sekaligus berpihak pada rakyat.
Fokus utama RAPBN 2026 diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, perluasan layanan kesehatan, serta perlindungan sosial bagi kaum-kaum rentan.
Dengan RAPBN ini, pemerintah berupaya memastikan belanja negara lebih efektif, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Rekomendasi juga buat kamu:
Pada saat yang sama, prinsip kehati-hatian harus dijaga agar APBN tetap sehat, bisa diandalkan, dan mampu menopang agenda pembangunan nasional. Kementerian Keuangan juga tambahnya harus tetap menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat. Integritas kata Purbaya tidak bisa ditawar dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
“Oleh karena itu, kita harus menjaga setiap tindakan, agar selalu berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas,” kata Menkeu.
Purbaya yang baru melepas jabatan sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk menjaga pengabdian, bekerja dengan integritas, dan memperkuat rasa kebersamaan.
“Kita adalah penjaga keuangan negara dan keberhasilan kita akan menentukan kepercayaan rakyat pada negara,” pungkasnya.
Sementara itu, Mantan Pejabat Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menko Perekonomian, Burhanuddin Abdullah usai berdiskusi dengan Presiden Prabowo mengatakan reshuffle di Kementerian Keuangan dari Sri Mulyani kepada Purbaya Yudhi Sadewa memang sudah saatnya untuk dilakukan. Hal itu perlu bagi Pemerintah untuk menjaga kesinambungan kebijakan agar roda perekonomian bisa berputar lebih cepat.
“Tapi soal kebijakan baru, tidak ada yang spesifik. Penekanannya lebih pada pelaksanaan,” kata Burhanuddin.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Menkeu Purbaya Diharapkan Dongkrak PTKP Jadi Rp75-80 Juta per Tahun .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!