The Power Of Demo! Turnamen Golf Komisi V DPR RI di Bogor Batal, Hadiah Mobil Mewah Jadi Sorotan

Doc: Pexels

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Rencana Komisi V DPR RI untuk menggelar turnamen golf di Rancamaya Golf and Country Club, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (31/8), resmi dibatalkan.

Kabar pembatalan ini muncul setelah sebelumnya undangan acara tersebut sempat beredar luas di masyarakat dan menimbulkan polemik.

Turnamen yang awalnya dikemas sebagai ajang kemerdekaan itu ramai diperbincangkan karena disebut-sebut menawarkan hadiah yang sangat fantastis.

Dilansir dari laman Instagram @rumpi_gosip, dalam undangan yang tersebar, tercantum deretan mobil mewah sebagai doorprize, mulai dari Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, hingga Honda CR-V.

Publik pun sontak mempertanyakan urgensi dan sensitivitas acara tersebut, terutama karena berlangsung di tengah situasi politik dan sosial yang sedang memanas.

Undangan Viral, Publik Bereaksi

Beredarnya undangan digital acara golf ini memicu gelombang kritik di media sosial. Banyak warganet menilai rencana turnamen itu menunjukkan jarak antara wakil rakyat dengan rakyat yang diwakilinya.

Kritik semakin tajam karena jadwal turnamen berdekatan dengan aksi-aksi unjuk rasa yang terjadi di ibu kota, sehingga acara hiburan dengan hadiah mewah dianggap tidak pada tempatnya.

Bagi sebagian masyarakat, golf selama ini identik dengan gaya hidup elite. Ketika dikaitkan dengan DPR, muncul kesan bahwa para anggota dewan lebih memilih bersenang-senang ketimbang hadir di tengah rakyat. Walau mungkin tujuan acara tidak demikian, persepsi publik sudah terlanjur terbentuk.

Ketua panitia turnamen menyampaikan bahwa kegiatan ini sejatinya sudah dibatalkan sejak 28 Agustus, tiga hari sebelum hari H. Keputusan itu disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap suasana sosial yang tengah berduka sekaligus memanas.

Pernyataan maaf pun disampaikan kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan rencana tersebut.

Di sisi lain, pihak Rancamaya Golf and Country Club menegaskan tidak pernah terlibat langsung dalam penyebaran undangan yang viral. Mereka hanya menyewakan lapangan dan fasilitas, tanpa kaitan dengan isi acara maupun hadiah yang ditawarkan.

Sorotan Etika dan Sensitivitas

Meski acara batal, polemik tetap meninggalkan jejak panjang. Bagi publik, yang dipersoalkan bukan hanya turnamennya, tetapi juga simbolisme di baliknya. Ketika rakyat masih berjuang menghadapi persoalan ekonomi maupun politik, penyelenggaraan event mewah oleh lembaga negara menimbulkan kesan timpang.

Apalagi hadiah mobil senilai ratusan juta rupiah dianggap terlalu berlebihan untuk sekadar turnamen olahraga. Banyak suara menilai energi dan sumber daya yang ada seharusnya lebih tepat diarahkan untuk kegiatan yang menyentuh masyarakat luas, bukan sekadar hiburan kelompok terbatas.

Cermin bagi Wakil Rakyat

Pembatalan turnamen golf Komisi V DPR RI menjadi pelajaran penting bagi para pejabat publik. Di era keterbukaan informasi, setiap langkah akan cepat diketahui masyarakat dan langsung mendapat penilaian.

Sensitivitas terhadap situasi nasional bukan lagi sekadar etika, melainkan kebutuhan untuk menjaga legitimasi di mata rakyat.

Acara yang terlihat sepele bisa berubah menjadi isu serius bila dianggap tidak sesuai dengan suasana kebatinan publik. Dalam kasus ini, keputusan membatalkan acara memang tepat, tetapi kegaduhan sudah terlanjur terjadi.

Ke depan, diharapkan para wakil rakyat lebih berhati-hati dalam merencanakan agenda yang melibatkan simbol kemewahan.

Sebab, ketika rakyat masih menghadapi kesulitan, pesta mewah sekecil apa pun akan mudah dipersepsikan sebagai bentuk ketidakpedulian.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN