JAKARTA- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan aksi penjarahan harus dihentikan karena melanggar hukum.
“Masyarakat agar menahan diri dari tindakan anarkistik, vandalisme, perusakan fasilitas publik, serta penjarahan dan pengambilan properti orang lain secara tidak hak,” kata Asrorun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (31/8).
Penyampaian aspirasi, dalam situasi marah sekalipun, tidak boleh diikuti dengan anarkisme, penjarahan dan/atau pencurian harta orang lain, karena itu bertentangan dengan hukum agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Bagi massa yang mengambil, menyimpan, dan/atau menguasai barang secara tidak hak, agar segera mengembalikan kepada pemilik atau kepada yang berwajib, supaya tidak bermasalah secara hukum di kemudian hari,” kata Asrorun.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, muhasabah (melakukan introspeksi), berkomitmen untuk mewujudkan kedamaian, melakukan perbaikan, serta mencegah terjadinya tindakan destruktif yang bisa mengganggu keamanan dan kedamaian.
“Di tengah situasi sosial ekonomi dan sosial politik yang kurang baik, kesenjangan yang masih tinggi, maka pejabat dan masyarakat sudah seharusnya mengedepankan gaya hidup yang sederhana, membangun solidaritas sosial, mengedepankan semangat kesetiakawanan sosial, serta menghindari flexing, gaya hidup mewah dan hedonisme, meski sekadar untuk konten,” tegasnya.
Penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat untuk perbaikan negeri dan koreksi atas kebijakan yang dinilai tidak sensitif terhadap rasa keadilan masyarakat, perlu direspon secara bijak dan cepat, serta komitmen untuk mendengar dan melaksanakan perbaikan.
Senada dengan MUI, Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo mengimbau seluruh masyarakat khususnya umat Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) untuk menahan diri, tidak melakukan kegiatan yang menambah gejolak.
Menncermati kondisi bangsa yang sangat memprihatinkan beberapa hari terakhir ini, umat diajak diajak untuk memahaminya sebagai tanda-tanda jaman.
“Dalam keadaan seperti ini saya mengimbau umat, khususnya Umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta, untuk tetap menjaga kejernihan dan keteguhan sikap,” kata Kardinal Ignatius.
Rekomendasi juga buat kamu:
Umat terangnya harus pemperkuat solidaritas sosial masyarakat untuk kesejahteraan bersama. Sebagai Warga Negara dalam peran yang berbeda-beda, semua dipanggil untuk memikul tanggung jawab sejarah yang terumuskan dalam Pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) 1945.
“Mari kita menjaga Jakarta, saling jaga, menjaga Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa (TYME) yang telah menghantar bangsa kita kepada kemerdekaan menjaga, melindungi dan memberkati bangsa kita,”pungkas Kardinal Ignatius.
Tetap Tenang
Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengingatkan semua pihak untuk tenang dan bekerja sama di tengah unjuk rasa yang terjadi belakangan ini agar tidak memberikan dampak negatif terhadap perekonomian.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie pekan lalu mengatakan kondisi ekonomi saat ini harus dihadapi bersama dengan menjaga situasi keamanan agar semua orang bisa kembali bekerja dan melakukan aktivitas.
“Kalau situasi keamanan tidak kondusif, kegiatan ekonomi akan terganggu dan dampak buruk akan dialami masyarakat,” katanya
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Pemuka Agama Minta Demonstran Setop Aksi Penjarahan .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!