Bukan Massa Asli? Jerome Polin Singgung Penyusup di Balik Kericuhan dan Penjarahan Demo
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Konten kreator sekaligus edukator muda, Jerome Polin, kembali menarik perhatian publik setelah menyuarakan pandangannya terkait dinamika aksi demonstrasi yang belakangan ini digelar untuk mengkritisi kinerja DPR pada akhir Agustus ini.
Melalui pernyataannya, Jerome menduga adanya pola berulang yang kerap terjadi, sebuah aksi yang dimulai secara damai kemudian berubah menjadi ricuh akibat ulah pihak-pihak tertentu yang disebutnya sebagai penyusup.
Jerome menekankan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, setiap kali masyarakat berkumpul untuk menyampaikan aspirasi dengan damai, selalu ada momen di mana suasana terkendali mendadak berubah menjadi chaos.
“Pola yang aku lihat selalu sama ketika ada demo: awal-awal pasti damai, tapi tiba-tiba jadi anarkis KARENA ADA PENYUSUP. Orang yang dibayar buat bikin demonya rusuh,” ungkap Jerome di Instagram storynya pada Sabtu (30/08/2025).
Kekhawatiran atas Distorsi Suara Rakyat
Bagi Jerome, fenomena penyusup dalam aksi demonstrasi bukan sekadar soal kerusuhan fisik, melainkan juga menyangkut distorsi terhadap suara rakyat. Menurutnya, tindakan provokatif yang dilakukan segelintir oknum berpotensi mencoreng citra demonstran yang sebenarnya datang dengan niat murni menyampaikan kritik.
Dampaknya, publik bisa terpecah dan salah kaprah menilai bahwa seluruh peserta demo bersifat anarkis.
Jerome menambahkan bahwa kelompok masyarakat yang turun ke jalan umumnya didorong oleh keresahan nyata terhadap kebijakan pemerintah maupun DPR.
Namun, jika ada pihak yang menyusup dengan niat memperkeruh suasana, pesan utama demonstrasi bisa tenggelam oleh pemberitaan mengenai aksi rusuh, bukan substansi tuntutannya.
Pola Lama yang Terus Berulang
Rekomendasi juga buat kamu:

Pernyataan Jerome sejalan dengan narasi publik yang kerap muncul setiap kali terjadi bentrokan antara aparat dan massa. Banyak pengamat menilai bahwa pola penyusup ini telah lama mewarnai aksi-aksi besar di Indonesia, mulai dari isu reformasi, kenaikan harga BBM, hingga protes terkait undang-undang kontroversial.
Menurut Jerome, kecenderungan pola ini justru membuat masyarakat awam semakin skeptis terhadap efektivitas demonstrasi.
"Tujuannya? Supaya akhirnya rakyat nyalahin yang demi. Demo jadi kehilangan fokus dan apa yang diperjuangkan. Terpecah fokus dan apa yang diperjuangkan. Terpecah belah lagi. Selalu gitu patternnya," jelasnya.
Dorongan untuk Menjaga Kedamaian
Dalam pandangannya, solusi agar aspirasi tetap tersampaikan dengan jelas adalah meningkatkan kewaspadaan internal di kalangan peserta aksi. Koordinator lapangan dan komunitas sipil harus lebih sigap mengenali serta mencegah keberadaan pihak-pihak yang berniat memprovokasi.
Jerome juga menekankan pentingnya peran media untuk bersikap adil dengan menyoroti substansi tuntutan, bukan hanya menyorot kerusuhan yang terjadi.
Lebih jauh, ia mendorong aparat penegak hukum untuk menindak tegas provokator yang terbukti menjadi penyebab kerusuhan. Hal ini menurutnya dapat menjadi langkah preventif agar aksi-aksi rakyat tidak selalu dipenuhi stigma negatif.
Suara Anak Muda untuk Demokrasi
Sebagai figur publik yang memiliki basis pengikut besar di kalangan generasi muda, komentar Jerome Polin dianggap penting. Kehadirannya ini menegaskan bahwa anak muda juga peduli dengan kualitas demokrasi di Indonesia.
Ia tidak hanya fokus pada konten edukasi di media sosial, tetapi juga menggunakan platformnya untuk mengingatkan masyarakat akan potensi manipulasi di balik peristiwa sosial-politik.
Pernyataan Jerome seolah menjadi pengingat bahwa menjaga kemurnian aspirasi adalah tugas bersama. Apabila pola penyusupan terus terjadi tanpa ada antisipasi serius, maka suara rakyat akan terus berisiko diputarbalikkan.
Di tengah arus demokrasi yang sedang diuji, pandangan kritis Jerome memberi cermin bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan, agar perbedaan pendapat bisa tetap tersalurkan secara damai tanpa tereduksi oleh kepentingan tersembunyi.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Bukan Massa Asli? Jerome Polin Singgung Penyusup di Balik Kericuhan dan Penjarahan Demo .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!