Beware Penyusup! Terungkap Sederet Kejanggalan Penjarahan Rumah Pejabat, Kok Bisa Pengamanan Dijebol?

Doc: Instagram @jakarta.terkini @infobintaro.id

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelombang demonstrasi yang sempat memanas beberapa waktu lalu ternyata menyisakan tanda tanya besar.

Bukan hanya karena kericuhan di jalanan, tetapi juga munculnya aksi penjarahan yang menyasar rumah-rumah pejabat negara.

Salah satu yang menyoroti hal ini adalah akun Threads bernama @arivajaya, yang mengunggah pernyataan cukup tajam terkait kejanggalan penjarahan tersebut.

Dalam unggahannya, ia menulis: “Jarah rmh Sri Mulyani, wahhh ada yg main ini. Pasti bukan demonstran. Trus rumah menteri, DPR kok ga ada penjagaan? Knp ada pembiaran? Negara kemana”.

Ungkapan tersebut langsung mendapat banyak perhatian dari warganet, karena menyinggung soal kemungkinan adanya pihak tertentu yang bermain di balik layar.

Singgung Dugaan Oknum

Menurut @arivajaya, aksi penjarahan yang menyasar rumah pejabat besar terasa janggal jika benar dilakukan spontan oleh demonstran.

Sebab, biasanya fokus massa lebih kepada orasi di jalan atau simbol-simbol yang berhubungan langsung dengan isu demonstrasi. Namun kali ini, justru muncul pola penyerangan ke aset pribadi para pejabat negara.

Ia juga mempertanyakan mengapa rumah-rumah penting milik pejabat tinggi negara seperti menteri maupun anggota DPR terlihat minim penjagaan. Pertanyaan ini membuka spekulasi baru, apakah benar ada pembiaran, atau justru aparat lengah karena fokus di titik demonstrasi lain?

Ia pun menuliskan beberapa poin kejanggalan:

Ga bisa tidur gara gara mantau gerakan demonstran, ehhh nemu anomali :
1. Jarah rumah sahroni, saya mash anggap massa di liputi kemarahan yg besar hingga bergerak ke priuk
2. Jarah rmh uya trus rmh eko, mulai agak bingung nih, kok niat banget ya tapi mash anggap karena massa yg marah.
3. Jarah rmh sri mulyani, wahhh ada yg main ini. Pasti bukan demonstran. Trus rumah menteri, DPR kok ga ada penjagaan? Knp ada pembiaran? Negara kemana?
4. Daerah cakung yg adem2aja, tengah malm pospol di bakar 

Unggahan ini sejalan dengan sejumlah kesaksian warga yang menyebut adanya “grup misterius” yang membagikan alamat rumah pejabat untuk dijarah. Bila benar demikian, maka aksi tersebut bukan sekadar gejolak spontan masyarakat, melainkan sudah ada arahan dan pola yang lebih terstruktur.

Sementara itu, publik di media sosial ramai menyoroti unggahan @arivajaya tersebut. Banyak yang mengamini bahwa aksi penjarahan tidak mencerminkan semangat demonstrasi.

Ada yang berpendapat, jika benar ada pihak yang sengaja mengarahkan massa untuk menyerang rumah pejabat, maka tujuannya bisa lebih dari sekadar perampasan, bisa jadi untuk menjatuhkan citra, memancing provokasi, hingga menimbulkan krisis kepercayaan pada pemerintah.

“Kalau memang ada yang sengaja biarin rumah pejabat dijarah, itu ngeri banget. Negara bisa kacau,” tulis seorang warganet menanggapi unggahan tersebut.

Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan penjelasan detail terkait isu grup atau dugaan adanya pembiaran. Namun, suara-suara kritis dari masyarakat di media sosial semakin memperkuat desakan agar kasus penjarahan rumah pejabat ini diusut tuntas.

Unggahan @arivajaya menjadi cerminan keresahan publik, bahwa di balik sebuah demonstrasi yang semestinya damai, selalu ada potensi permainan politik, provokasi, dan agenda tersembunyi.

Pertanyaan “negara kemana?” yang ia lontarkan bukan hanya kritik, tapi juga alarm agar pemerintah bertindak cepat sebelum situasi semakin kehilangan kendali.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN